BREAKING NEWS
Selasa, 19 Mei 2026

Menko Polkam Desak Investigasi Menyeluruh atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Adelia Syafitri - Rabu, 01 April 2026 20:41 WIB
Menko Polkam Desak Investigasi Menyeluruh atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago. (foto: Dok. Kemenko Polkam RI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah menuntut investigasi cepat, transparan, dan komprehensif atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon.

Penegasan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago dalam keterangannya pada Rabu (1/4).

"Pemerintah juga menuntut penyelidikan PBB yang cepat, transparan, dan komprehensif, serta menegaskan bahwa pelaku harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum tanpa adanya kekebalan," ujar Djamari.

Baca Juga:

Djamari menegaskan serangan berulang terhadap personel Indonesia merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan mencerminkan rendahnya komitmen pihak bertikai terhadap keselamatan pasukan perdamaian.

Pemerintah mendorong Dewan Keamanan PBB untuk bersatu dan bertindak tegas dalam menindaklanjuti hasil penyelidikan.

Sejalan dengan itu, Kemenko Polkam, sebagai Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP), memperkuat koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Kementerian Luar Negeri.

Fokusnya adalah memastikan keselamatan personel di wilayah penugasan dan meninjau ulang protokol keamanan sesuai situasi konflik di Lebanon selatan.

Kronologi Insiden

Insiden menelan tiga nyawa prajurit TNI terjadi dalam dua lokasi berbeda:

1. UNIFIL, Adchit Al Qusayr – Minggu (29/3), Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon gugur, sementara dua prajurit lain mengalami luka-luka.
2. Bani Hayyan – Senin (30/3), dua pasukan perdamaian gugur akibat ledakan kendaraan yang kemudian diketahui berasal dari ranjau.

Kedua serangan menimbulkan keprihatinan serius atas keselamatan personel Indonesia yang bertugas di misi perdamaian.

Pemerintah menekankan perlunya evaluasi protokol keamanan dan langkah preventif agar tragedi serupa tidak terulang.*


(kp/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Medan Siapkan Bantuan Rp 200 Ribu per Bulan untuk 10.000 Warga, Ini Syaratnya
Medan Siap Wujudkan Pengolahan Sampah Jadi Listrik, Butuh Rp1,7 Triliun
Amsal Sitepu Divonis Bebas, Ini Kata Kejari Karo
Dubes Iran Puji Jokowi: Sosok Pemimpin yang Sukses Bawa Kemajuan Bagi Indonesia
Menaker Yassierli Imbau Perusahaan Terapkan WFH Sehari Sepekan
Prabowo Subianto Saksikan 10 MoU Indonesia–Korea Selatan, Perkuat Kemitraan Strategis
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru