BREAKING NEWS
Jumat, 24 April 2026

FBI dan Polri Bongkar Jaringan Phishing Global, Kerugian Rp350 Miliar

Dharma - Kamis, 23 April 2026 16:55 WIB
FBI dan Polri Bongkar Jaringan Phishing Global, Kerugian Rp350 Miliar
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan internasional penjualan phishing tools yang digunakan untuk mendukung aktivitas kejahatan siber berupa akses ilegal. (Foto: tribratanews)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - FBI daFBI dan Polri berhasil membongkar jaringan phishing global dalam operasi siber bersama yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Pengungkapan ini menjadi kolaborasi pertama antara kedua negara dalam penanganan kejahatan siber lintas negara.

Operasi tersebut menargetkan pengembang perangkat phishing bernama "W3LL", yang disebut sebagai platform kejahatan siber canggih dengan skala global.

Kepala Agen Khusus FBI Atlanta, Marlo Graham, menyebut jaringan ini bukan sekadar penipuan digital biasa.

Baca Juga:

"Ini bukan sekadar phishing, ini adalah platform kejahatan siber yang lengkap," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).

Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan tersangka utama berinisial G.L. yang diduga sebagai pengembang sistem. Penangkapan dilakukan oleh Polri, disertai penyitaan sejumlah perangkat keras dan aset digital yang berisi bukti kejahatan.

Diketahui, infrastruktur phishing tersebut didukung oleh marketplace ilegal bernama W3LLSTORE. Dalam kurun waktu 2019 hingga 2023, platform ini telah memfasilitasi penjualan lebih dari 25.000 akun yang diretas serta akses ilegal ke berbagai sistem.

Bahkan, pada periode 2023 hingga 2024 saja, jaringan ini telah menargetkan lebih dari 17.000 korban di berbagai negara di hampir seluruh benua.

Secara keseluruhan, jaringan ini diduga terlibat dalam pencurian ribuan data kredensial akun serta percobaan penipuan dengan nilai mencapai lebih dari 20 juta dolar AS atau sekitar Rp350 miliar.

Perwakilan FBI, Robert Lafferty, menjelaskan keberhasilan operasi ini merupakan hasil koordinasi erat antara penyidik siber kedua negara.

"FBI memantau jejak digital dan aliran dana di Amerika Serikat, sementara Polri melakukan operasi lapangan untuk mengungkap pelaku dan mengumpulkan bukti," ujarnya.

Selain FBI Atlanta dan Bareskrim Polri, operasi ini juga melibatkan aparat kepolisian di wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya Kupang.

Keberhasilan pengungkapan ini menjadi bukti pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman kejahatan siber yang semakin kompleks dan lintas batas negara.*

(an/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Target Ambisius 2027, Mualem Ingin Kemiskinan Turun dan Infrastruktur Diperkuat
Muncul ke Publik, Syekh Ahmad Al Misry Tepis Semua Tuduhan Pelecehan Santri: Fitnah Kejam!
Pendukung Rahmadi Geruduk DPR RI dan Mabes Polri, Tuntut Proses Hukum Kompol DK dan Sanksi PTDH
Mantan Wakapolda Metro Jaya Brigjen (Purn) Raziman Tarigan Tewas dalam Kecelakaan di Medan
Satgas Haji Resmi Dibentuk, Kapolri Instruksikan Penguatan Pengawasan untuk Cegah Haji Ilegal dan Penipuan
Bareskrim Panggil Ketua Kadin Sultra Tersangka Tambang Nikel Ilegal, Diperiksa Besok
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru