Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BATU BARA – Aksi tawuran antar kelompok remaja kembali mengganggu ketenangan warga di Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, sekitar pukul 23.30 WIB itu berlangsung di Jalan Rakyat, tepatnya di depan Sekolah Dasar kawasan Pajak Tanjung Tiram, Kelurahan Tanjung Tiram.
Menurut informasi yang dihimpun, bentrokan melibatkan dua kelompok remaja yang diduga berasal dari Desa Suka Jaya dan Desa Suka Maju. Kedua kelompok terlibat aksi saling serang dengan menggunakan berbagai benda keras, seperti batu dan botol kaca.
Akibat aksi tersebut, sejumlah pecahan botol berserakan di badan jalan dan membahayakan pengguna jalan yang melintas. Suasana di lokasi pun sempat mencekam karena para remaja terlibat kejar-kejaran dan saling melempar benda ke arah lawan.
Baca Juga:
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu memilih menjauh untuk menghindari risiko terkena lemparan. Beberapa warga mengaku khawatir karena aksi kekerasan tersebut terjadi di kawasan publik yang ramai dan berada dekat dengan permukiman masyarakat.
"Sudah beberapa kali terjadi keributan seperti ini. Kami takut kalau ada warga yang menjadi korban atau terkena lemparan batu," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab maupun motif terjadinya tawuran tersebut. Aparat terkait juga masih melakukan pendalaman guna mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan.
Sejumlah warga menyebutkan bahwa peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi di kawasan Tanjung Tiram. Mereka menduga konflik dipicu oleh perselisihan antar kelompok remaja yang kerap berulang dan belum mendapatkan penyelesaian yang tuntas.
Masyarakat berharap aparat keamanan dapat meningkatkan patroli, terutama pada malam hari dan akhir pekan, guna mencegah terulangnya aksi tawuran yang dapat mengganggu ketertiban umum serta membahayakan keselamatan warga.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak, termasuk orang tua, tokoh masyarakat, dan pemerintah setempat, untuk bersama-sama melakukan pembinaan terhadap generasi muda agar tidak terjerumus dalam aksi kekerasan yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.*
(dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.