Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap peta terbaru aktivitas judi online di Indonesia sepanjang 2025.
Berdasarkan data yang dipublikasikan melalui akun Instagram resmi PPATK pada Rabu (24/6/2026), konsentrasi pemain judi online terbesar masih berada di kawasan Jabodetabek.
PPATK mengingatkan masyarakat bahwa judi online bukanlah cara cepat untuk memperoleh keuntungan.
Baca Juga:
Sebaliknya, aktivitas tersebut justru berisiko menimbulkan kerugian finansial hingga berdampak pada kondisi ekonomi keluarga.
"Judi online bukan jalan pintas mencari keuntungan. Di baliknya ada risiko kehilangan uang, terlilit utang, hingga rusaknya kondisi finansial keluarga," tulis PPATK.
Lembaga tersebut juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap praktik judi online yang kini semakin mudah diakses.
"Yuk, jadi bagian dari masyarakat yang lebih bijak dan waspada terhadap praktik judi online," lanjut PPATK.
Berdasarkan data PPATK, Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan jumlah pemain judi online terbanyak di Indonesia.
Kabupaten Bogor tercatat memiliki 103.092 pemain dengan total nilai deposito mencapai Rp414,4 miliar.
Posisi kedua ditempati Kota Jakarta Barat dengan 89.320 pemain dan total deposito Rp600,6 miliar.
Meski jumlah pemain lebih sedikit dibanding Kabupaten Bogor, nilai depositonya menjadi yang terbesar di antara empat wilayah teratas.
Sementara itu, Kota Jakarta Timur berada di peringkat ketiga dengan 81.750 pemain dan total deposito sebesar Rp425,9 miliar.
Adapun Kota Bandung menempati posisi keempat dengan 80.549 pemain serta nilai deposito mencapai Rp341,7 miliar.
Berikut empat wilayah dengan jumlah pemain judi online terbanyak berdasarkan data PPATK:
- Kabupaten Bogor: 103.092 pemain, deposito Rp414,4 miliar
- Kota Jakarta Barat: 89.320 pemain, deposito Rp600,6 miliar
- Kota Jakarta Timur: 81.750 pemain, deposito Rp425,9 miliar
- Kota Bandung: 80.549 pemain, deposito Rp341,7 miliar
PPATK juga memetakan aktivitas judi online hingga tingkat kecamatan.
Hasilnya menunjukkan sebagian besar wilayah dengan konsentrasi pemain tertinggi berada di DKI Jakarta.
"Pemetaan hingga tingkat kecamatan menunjukkan adanya titik-titik dengan konsentrasi pemain judi online yang jauh lebih tinggi dibanding rata-rata wilayahnya," ungkap PPATK.
Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi wilayah dengan jumlah pemain terbanyak, disusul Cakung di Jakarta Timur.
Berikut lima kecamatan dengan pemain judi online terbanyak:
- Cengkareng: 21.497 pemain
- Cakung: 14.664 pemain
- Tanjung Priok: 13.769 pemain
- Kebayoran Lama: 9.948 pemain
- Bekasi Utara: 7.793 pemain
Menurut PPATK, data tersebut menunjukkan bahwa praktik judi online kini telah menyebar hingga ke lingkungan tempat tinggal masyarakat.
"Ini menunjukkan bahwa judi online bukan lagi fenomena yang jauh atau abstrak. Ia sudah hadir di lingkungan tempat tinggal, sekolah, kampus, tempat kerja, hingga komunitas sekitar kita," jelas PPATK.
PPATK juga mencatat kelompok usia produktif menjadi kelompok yang paling banyak terlibat dalam aktivitas judi online.
Kelompok usia 20 hingga 30 tahun menempati posisi tertinggi, disusul kelompok usia 31 hingga 40 tahun.
Selain dimainkan laki-laki, judi online juga dilakukan oleh perempuan, meski jumlah pemain laki-laki masih jauh lebih besar.
"Artinya, kelompok usia produktif yang menjadi motor ekonomi justru menjadi kelompok yang paling rentan terpapar judi online," terang PPATK.
"Yang dipertaruhkan bukan hanya uang, tetapi juga masa depan produktif," tutup PPATK.* (km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.