BREAKING NEWS
Minggu, 09 Agustus 2026

Mantan Istri Polisi di Medan yang Tewas dengan Luka Tembak Disebut Pernah Diperiksa KPK

Dharma - Minggu, 09 Agustus 2026 10:23 WIB
Mantan Istri Polisi di Medan yang Tewas dengan Luka Tembak Disebut Pernah Diperiksa KPK
Tangis sang ibu WLG, mantan istri anggota polisi yang ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak di Medan, Sumatera Utara. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Perempuan berinisial WLG, mantan istri anggota polisi yang ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak di Medan, Sumatera Utara, disebut pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

WLG ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumah mantan mertuanya di Kompleks Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, pada Minggu, 2 Agustus 2026.

Dokter forensik RS Bhayangkara Medan menemukan luka tembak tempel pada jenazah WLG.

Baca Juga:

Sementara itu, keluarga korban melaporkan kematian tersebut ke Polda Sumatera Utara karena menilai terdapat sejumlah kejanggalan.

Keterkaitan WLG dengan pemeriksaan KPK menjadi perhatian setelah sumber internal lembaga antirasuah menyebut korban merupakan orang yang sama dengan saksi dalam kasus dugaan korupsi Bea Cukai yang diperiksa pada April 2026.

Namun, hingga berita ini ditulis, KPK belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kesamaan identitas tersebut.

Nama lengkap WLG sebelumnya tercatat sebagai salah satu saksi yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan KPK pada 9 April 2026.

Saat itu, WLG disebut berasal dari pihak swasta dan diperiksa bersama seorang pegawai Bea Cukai bernama Salisa Asmoaji.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya agenda pemeriksaan dua saksi tersebut terkait penyidikan dugaan korupsi di lingkungan DJBC.

"Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai," kata Budi kala itu.

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penyidikan dugaan praktik korupsi dalam pelayanan dan pengawasan kepabeanan.

Perkara itu bermula dari dugaan adanya permufakatan untuk mengatur jalur importasi.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Malam Minggu Bareng Warga Medan Tembung, Rico Waas Dengar Keluhan hingga Janjikan 30 Truk Sampah
Tari “Dayang Nan Tujuh” Bawa Kosmologi Melayu Deli ke Festival Bedhayan VI di Jakarta
Polda Metro Jaya Dalami Asal-usul 995 Senjata di Sekolah, Mantan Ketua Yayasan Dipanggil Pekan Depan
Polda Sumut Tangkap Pasutri Lansia di Deli Serdang, Simpan Bahan Vape Mengandung Etomidate di Kandang Ayam
Komisi III DPR Soroti Kematian Mantan Istri Anggota Polri di Medan, Polda Sumut dan Keluarga Dipanggil Selasa
BKP 2027 Dikebut, Bobby Nasution Minta Kepala Daerah Kepulauan Nias Segera Ajukan Program
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru