BREAKING NEWS
Sabtu, 26 September 2026

Polisi Dalami Sosok Staf Eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang Disebut Antar Jasad Sutrimo, Ekshumasi Segera Dilakukan

Nurul - Minggu, 09 Agustus 2026 15:49 WIB
Polisi Dalami Sosok Staf Eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang Disebut Antar Jasad Sutrimo, Ekshumasi Segera Dilakukan
Kepolisian melakukan olah TKP kematian penjaga rumah sekaligus kamruga mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo di depan klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). (foto: Antara/Luthfia Miranda Putri)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Polisi mendalami identitas Febrio Adiono, staf administrasi Kejaksaan Agung (Kejagung), yang disebut menjadi salah satu orang yang mengantar jasad Sutrimo, pria yang meninggal di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya masih akan memastikan kebenaran informasi mengenai status Febrio sebagai pegawai Kejagung.

"Nah ini nanti akan didalami (benar atau tidaknya Febrio pegawai Kejagung)," kata Budi, Minggu, 9 Agustus 2026.

Baca Juga:

Kematian Sutrimo sebelumnya telah dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Dalam laporan tersebut, pihak pelapor menyebut kematian Sutrimo berlangsung dalam kondisi yang dianggap tidak wajar.

"Memang kemarin kami mendapat informasi, ada dari pelapor ataupun warga masyarakat melaporkan kepada Bareskrim Polri terkait tentang kematian saudara S dianggap tidak wajar," ujar Budi.

Budi mengatakan pihak pelapor meminta polisi melakukan ekshumasi terhadap jasad Sutrimo.

Ekshumasi merupakan proses penggalian kembali jenazah dari makam untuk kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan.

Polisi berencana mempercepat proses tersebut untuk membantu mengetahui penyebab kematian Sutrimo.

"Akan disegerakan (ekshumasi) guna mengetahui penyebab kematian," ucap Budi.

Sebelum ekshumasi dilakukan, polisi akan memeriksa dokter dari RS Muhammadiyah Taman Puring yang disebut sebagai pihak pertama yang menangani Sutrimo ketika dibawa ke rumah sakit.

Menurut Budi, pemeriksaan terhadap dokter tersebut akan dilakukan kembali karena sebelumnya yang bersangkutan tidak hadir dalam pemeriksaan.

"Sehingga penyelidikan pihak kepolisian diharapkan untuk melakukan ekshumasi. Nanti kami akan menyampaikan secara bertahap terkait tentang laporan tersebut," ujar Budi.

"Minggu depan kita masih akan melakukan pemanggilan terhadap dokter rumah sakit Muhammadiyah yang menangani pertama pada saat pasien datang ke rumah sakit," imbuhnya.

Sementara itu, Kejagung telah mengonfirmasi bahwa Febrio Adiono merupakan pegawai di lingkungan Kejaksaan. Namun, Febrio bukan seorang jaksa.

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna mengatakan Febrio sebelumnya merupakan staf dari mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Saat ini, Febrio disebut bertugas sebagai staf administrasi biasa.

"Yang namanya Saudara Febrio, yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan, tapi bukan jaksa, pegawai Kejaksaan," kata Anang saat ditemui wartawan pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Anang menjelaskan posisi Febrio saat ini tidak lagi mendampingi pejabat Kejaksaan.

"Stafnya (Febrie) ya. Iya (Stafnya Febrie). (Saat ini) staf biasa. Enggak (mendampingi pejabat Kejaksaan lainnya)," ujar Anang.

Adapun mengenai Sutrimo, Anang mengatakan dirinya tidak mengenal pria tersebut.

Ia juga tidak membenarkan informasi yang beredar di masyarakat yang menyebut Sutrimo sebagai kepala rumah tangga atau Karumga Febrie Adriansyah.

"Saya tidak mengenal terhadap yang istilahnya Karumga, saya tidak dikenal sama sekali, dan bukan warga Kejaksaan. Jadi saya tidak berhak mengomentari itu," imbuhnya.

Sutrimo merupakan pria yang meninggal di depan Mordent Aesthetic Clinic di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah beredar informasi mengenai kondisi jasadnya ketika ditemukan.

Di media sosial, Sutrimo disebut-sebut sebagai kepala rumah tangga mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah.

Namun, informasi mengenai status tersebut belum menjadi kesimpulan resmi dan masih perlu dibuktikan.

Polisi kini melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian Sutrimo.

Pemeriksaan terhadap dokter yang pertama menangani Sutrimo serta rencana ekshumasi menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Polisi juga masih mendalami identitas dan peran orang-orang yang disebut berada di sekitar Sutrimo sebelum maupun setelah kematiannya.

Dengan langkah tersebut, penyidik diharapkan dapat memperoleh fakta yang lebih jelas mengenai penyebab kematian Sutrimo dan memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam peristiwa tersebut.* (cn/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ray Rangkuti Kembali Desak Prabowo Copot Kapolri Listyo Sigit, Ini 10 Alasannya
Komisi III DPR Soroti Kematian Mantan Istri Anggota Polri di Medan, Polda Sumut dan Keluarga Dipanggil Selasa
Misteri Mulut Berbusa Sutrimo, Polisi Kejar Klarifikasi dari Dokter RS
Kapolri Terima Gelar Kehormatan Tapak Suci di Semarang, Diminta Jadi Cooling System Masyarakat
DPR Turun Tangan Kasus Tewasnya Mantan Istri Polisi di Medan Bakal Dibongkar
Sosok Febrio Adiono Terungkap! Kejagung: Cuma Staf Biasa, Bukan Jaksa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru