KY Tetapkan 14 Calon Hakim, DPR Segera Uji Kelayakan dan Kepatutan
JAKARTA Komisi Yudisial (KY) menetapkan 14 calon hakim agung dan hakim ad hoc di Mahkamah Agung (MA) untuk diusulkan kepada DPR RI. Para
POLITIK
JAKARTA — Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya meningkatkan penanganan perkara kematian Sutrimo, yang disebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, dari tahap penyelidikan ke penyidikan.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan penyidik telah menerima dua laporan polisi terkait kematian Sutrimo.
Laporan tersebut berasal dari Bareskrim Polri dan Polresta Banyumas.Baca Juga:
"Dari hasil penyelidikan yang tentunya sudah dilakukan oleh Polresta Banyumas, juga dari hasil penyelidikan dari tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kami sudah meningkatkan ke proses penyidikan," kata Iman di Polda Metro Jaya, Senin (10/8).
Peningkatan status perkara ke tahap penyidikan menunjukkan penyidik menemukan dugaan unsur pidana dalam kasus tersebut.
Polisi kini mendalami penyebab kematian Sutrimo dan kemungkinan adanya tindak pidana di baliknya.
Iman mengatakan penyidik mendalami dugaan pembunuhan atau pembunuhan berencana sebagaimana yang dilaporkan kepada kepolisian.
"Pasal yang dipersangkakan sebagaimana laporan polisi yang kami terima itu adalah pasal pembunuhan atau pun pembunuhan berencana," ucap dia.
Sutrimo sebelumnya meninggal pada Kamis (23/7). Ia ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sutrimo kemudian dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring.
Namun, berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, Sutrimo tiba dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Kematian Sutrimo kemudian dilaporkan oleh pihak keluarga ke Polresta Banyumas karena dinilai terdapat sejumlah kejanggalan.
Laporan dibuat oleh Suting, saudara mendiang, bersama anaknya, Abhi, pada Sabtu (8/8) malam.
Untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menjadwalkan ekshumasi atau pembongkaran makam.
Ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo dijadwalkan berlangsung di Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8) mendatang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penyidikan untuk mencari bukti tambahan dan mengungkap secara lebih jelas penyebab kematian Sutrimo.
Polisi kini masih mendalami seluruh informasi dan bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut, termasuk dugaan pembunuhan dan pembunuhan berencana yang dilaporkan pihak keluarga.* (cn/ad)
JAKARTA Komisi Yudisial (KY) menetapkan 14 calon hakim agung dan hakim ad hoc di Mahkamah Agung (MA) untuk diusulkan kepada DPR RI. Para
POLITIK
JAKARTA Polda Metro Jaya meningkatkan penanganan kasus kematian Sutrimo, pria yang disebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Istana Kepresidenan meminta seluruh pihak bekerja keras mempercepat pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger
NASIONAL
JAKARTA Ekonom menilai Destry Damayanti merupakan sosok yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan Bank Indonesia (BI). Penilaian tersebu
NASIONAL
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah memprioritaskan pendaftar baru untuk menyaksikan upacara peringatan
NASIONAL
JAKARTA Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut pengelolaan keuangan negara menunjukkan tren yang semakin baik setelah adanya kecenderungan pos
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan tidak semua persoalan di masyarakat harus diselesaikan denga
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya meningkatkan penanganan perkara kematian Sutrimo, yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti kebiasaan dalam sejumlah perlombaan atau karnaval 17 Agustus yang menampilkan pria menge
AGAMA
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi angkat bicara mengenai isu rencana demonstrasi besar yang disebut bakal terj
NASIONAL