Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Dia meminta masyarakat menunggu informasi resmi dari Polda Metro Jaya dan tidak membuat kesimpulan sendiri mengenai penyebab kematian Sutrimo.
"Pak FA dan keluarga menghormati penyidikan yang sedang dilakukan Polda. Keluarga berharap dengan proses hukum tersebut fakta mengenai peristiwa ini menjadi lebih terang sehingga tidak terjadi spekulasi atau asumsi yang bukan-bukan," ungkap dia.
Sebelumnya, jasad Sutrimo ditemukan di sebuah klinik dan kemudian dibawa menggunakan ambulans swasta oleh empat orang.
Berdasarkan rekaman CCTV, jasad tersebut tiba di Rumah Sakit Fatmawati sekitar pukul 09.09 WIB.
Tubuh Sutrimo saat itu dibalut selimut berwarna biru.
"Melihat data rekaman kami, itu memang diantar oleh beberapa pria, kurang lebih tiga atau empat orang," ungkap Tim Legal RS Muhammadiyah Taman Puring, Ahmad, saat ditemui di lokasi, Senin, 27 Juli 2026.
Keempat orang tersebut tidak menjelaskan hubungan mereka dengan Sutrimo.
Mereka hanya meminta dokter memeriksa kondisi Sutrimo. Setelah diperiksa, dokter menyatakan Sutrimo sudah tidak bernapas.
Salah satu dari mereka kemudian diminta mengisi lembar berita acara. Nama Febrio Adiono tercatat sebagai penanggung jawab.
"Mereka kami tanya pun tidak memberikan informasi yang jelas, hanya mengantarkan dan isi berita acara atas nama Febrio Adiono," kata Ahmad.
Ahmad mengatakan pihak rumah sakit tidak mengetahui latar belakang Febrio, termasuk pekerjaannya.
Saat pemeriksaan awal di rumah sakit, dokter tidak menemukan luka atau tanda kekerasan pada bagian luar tubuh Sutrimo.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.