Bukan untuk Menyetir Pemerintah, PNM Deklarasi di Medan dan Gandeng 88 Ormas Kawal Program MBG
MEDAN Perkumpulan Pendopo Nusantara Mandiri (PNM) resmi dideklarasikan di Pendopo Khadijah, Kompleks Taman Setiabudi Indah, Medan, Rabu (19
NASIONAL
JAKARTA - Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut mengaku dalam kondisi kurang sehat saat menjalani sidang perkara dugaan korupsi kuota haji di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Meski demikian, Yaqut tetap menyatakan siap mengikuti persidangan dan membacakan eksepsi atas dakwaan jaksa.
Kondisi Yaqut lebih dulu ditanyakan Ketua Majelis Hakim Ni Kadek Susantiani sebelum persidangan dimulai.
"Yang Mulia, mohon izin saya dalam keadaan kurang sehat," kata Yaqut di ruang sidang, Selasa (18/8/2026).Baca Juga:
Yaqut mengatakan telah mengonsumsi obat untuk mengatasi kondisinya. Ia memastikan tetap mampu mengikuti jalannya persidangan.
"Tetapi saya sudah minum obat anti nyeri dan insya Allah bisa mengikuti persidangan hari ini," ujarnya.
Hakim Ni Kadek kemudian kembali memastikan kesiapan Yaqut mengikuti persidangan.
"Baik, tapi bisa mengikuti persidangan ya?" tanya hakim.
"Bisa, Yang Mulia," jawab Yaqut.
Dalam perkara tersebut, Yaqut didakwa menyebabkan kerugian keuangan negara hingga Rp622.090.207.166,41. Dakwaan itu dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) KPK dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).
"Yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, yaitu sejumlah Rp622.090.207.166,41," kata JPU saat membacakan dakwaan.
Nilai kerugian tersebut disebut mengacu pada hasil pemeriksaan investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait penghitungan kerugian negara dalam pengelolaan kuota haji Indonesia untuk penyelenggaraan ibadah haji 2023-2024 di Kementerian Agama.
Dalam dakwaan, Yaqut disebut melakukan dugaan tindak pidana tersebut bersama mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, Direktur Operasional Maktour Ismail Adham, serta Ketua Umum Asosiasi Kesthuri sekaligus Komisaris PT Raudah Eksati Utama Asrul Azis Taba.
JPU menduga para terdakwa melakukan pengisian kuota haji khusus tambahan pada 2023 dan 2024 dengan jemaah haji khusus tanpa masa tunggu atau T0. Pengisian kuota tersebut disebut tidak mengikuti mekanisme masa tunggu yang berlaku.
Jaksa juga menduga pengaturan kuota dilakukan untuk mengakomodasi permintaan asosiasi penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK), disertai penerimaan fee percepatan dari jemaah serta pengaturan pembagian kuota haji khusus tambahan 2024 sebesar 50% tanpa landasan kajian teknis.
Dalam perkara tersebut, Yaqut diduga memperoleh keuntungan sebesar 271.500 dolar AS. Selain itu, 313 PIHK diduga memperoleh keuntungan sebesar Rp478.173.058.166,41, sedangkan Koperasi Perahu disebut memperoleh 26.500 dolar AS.* (in/dh)
MEDAN Perkumpulan Pendopo Nusantara Mandiri (PNM) resmi dideklarasikan di Pendopo Khadijah, Kompleks Taman Setiabudi Indah, Medan, Rabu (19
NASIONAL
TAKENGON Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan mengikuti penanaman bawang putih secara serentak dalam rangka mendukung program swasembada p
NASIONAL
JAKARTA SELATAN Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengunjungi Masjid Jami Assakinah di Jalan Assakinah Raya, Kebagusan
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Cuaca di sejumlah wilayah Aceh pada Kamis, 20 Agustus 2026, diprakirakan didominasi kondisi berawan. Sejumlah daerah berpoten
NASIONAL
MEDAN Cuaca di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Kamis, 20 Agustus 2026, diprakirakan bervariasi mulai dari berawan hingga hujan ring
NASIONAL
JAKARTA Cuaca di seluruh wilayah DKI Jakarta pada Kamis, 20 Agustus 2026, diprakirakan cerah. Suhu udara berada di kisaran 2532 derajat
NASIONAL
BANDUNG Cuaca di sejumlah wilayah Jawa Barat pada Kamis, 20 Agustus 2026, diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Na
NASIONAL
YOGYAKARTA Cuaca di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, 20 Agustus 2026, diprakirakan cerah. Suhu udara berada
NASIONAL
DENPASAR Cuaca di sejumlah wilayah Bali pada Kamis, 20 Agustus 2026, diprakirakan didominasi kondisi cerah. Hanya Bangli yang berpotensi
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan), Budi Mulyawan atau Cepy, mendorong Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung se
NASIONAL