Pemko Tanjungbalai Percepat Program 3 Juta Rumah untuk MBR, Libatkan Bank dan Pengembang
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai mempercepat penyelarasan Program 3 Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalu
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG -Sebuah kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Deli Serdang, di mana seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) bernama Rindu Syahputra (14 tahun) dilaporkan tewas setelah diduga dihukum oleh gurunya. Kejadian tragis ini menarik perhatian publik setelah berita mengenai kematian Rindu beredar luas di media sosial.
Menurut narasi yang beredar, Rindu dihukum dengan melakukan squat jump sebanyak 100 kali sebagai sanksi atas tidak dikerjakannya tugas sekolah. Kabar tersebut memicu perdebatan di kalangan netizen mengenai metode hukuman yang diberikan kepada siswa, terutama di era yang semakin sadar akan kesehatan dan keselamatan anak.
Kasat Reskrim Polres Deli Serdang, Kompol Risqi Akbar, mengkonfirmasi bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait kematian Rindu. Ia menyatakan, “Kami sedang menyelidiki, anggota kami masih di lapangan,” saat dikonfirmasi pada Jumat (27/9). Namun, Risqi belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas atau kronologi kejadian yang mengakibatkan kematian pelajar tersebut.
Kejadian ini menyoroti isu serius mengenai perlakuan guru terhadap siswa dan bagaimana sanksi yang diterapkan dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental anak. Masyarakat pun mempertanyakan seberapa jauh seharusnya seorang guru memberikan hukuman kepada siswa dan apa saja batasan yang harus diterapkan dalam pendidikan.
Di tengah upaya penyelidikan, berbagai pihak berharap agar kasus ini dapat diungkap dengan jelas dan transparan. Keluarga dan teman-teman Rindu Syahputra merasa kehilangan yang mendalam, dan mereka mendesak pihak berwenang untuk memberikan keadilan bagi pelajar yang masih berusia muda tersebut.
Sementara itu, media sosial dipenuhi dengan komentar dan ungkapan belasungkawa atas kejadian ini. Banyak yang berharap agar tragedi ini menjadi pelajaran bagi dunia pendidikan untuk lebih memperhatikan kesejahteraan siswa dan memilih pendekatan yang lebih mendidik daripada menghukum secara fisik.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, dan masyarakat diharapkan menunggu hasil dari pihak kepolisian sebelum mengambil kesimpulan lebih lanjut. Kejadian ini juga menegaskan perlunya diskusi mengenai sistem pendidikan dan perlindungan anak di Indonesia, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.(N/014)
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai mempercepat penyelarasan Program 3 Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalu
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai membuka peluang kolaborasi dengan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) untuk mempercepat digita
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menerima audiensi pengurus Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Kota Tanjungb
PEMERINTAHAN
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka peringatan Hari Jadi ke78 Provinsi Sumatera Utara yan
PEMERINTAHAN
MEDAN Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, Airin Rico Waas, meninjau progres pembangunan Dekranas Mall yang berl
PEMERINTAHAN
MEDAN Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumatera Utara menggelar bakti sosial layanan kesehatan di Kabupaten Asah
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan pentingnya perumusan kebijakan ekonomi daerah yang adaptif di tengah
EKONOMI
JAKARTA Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) mengungkap peran Ketua Ombudsman RI Hery Susanto dalam kasus dugaan korupsi tata kel
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana dengan menitikberatkan
PEMERINTAHAN
SUMUT Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla kembali dilaporkan ke kepolisian terkait dugaan penistaan agama. Kali ini, laporan dilayangkan
POLITIK