BREAKING NEWS
Selasa, 17 Februari 2026

Warga Kaget Sosok BAG Guru Honor Yang Bobol Situs Terkenal Pintar Tapi Pendiam

BITVonline.com - Jumat, 27 September 2024 03:11 WIB
Warga Kaget Sosok BAG Guru Honor Yang Bobol Situs Terkenal Pintar Tapi Pendiam
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANYUWANGI -Masyarakat Dusun Mulyorejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, digemparkan dengan penangkapan BAG, seorang pemuda berusia 25 tahun yang diduga sebagai peretas situs Badan Kepegawaian Negara (BKN). BAG dikenal sebagai sosok pintar dalam bidang teknologi informasi (IT) dan bahasa Inggris, namun pendiam serta jarang bersosialisasi.

Agus Salim, Kepala Dusun Mulyorejo, mengungkapkan bahwa BAG merupakan sosok yang baik dan tak pernah bermasalah dengan warga sekitar. Meski dikenal sangat pintar, BAG tidak menonjol dalam pergaulan. “Dia memang pintar IT, bahasa Inggrisnya juga baik, tapi pendiam. Jarang ikut nongkrong atau kegiatan kepemudaan di sini,” kata Agus pada Kamis, 26 September 2024.

Kehidupan Sehari-hari BAG dan Penangkapannya

Sehari-hari, BAG bekerja sebagai seorang guru. Ia tinggal bersama istrinya, E, di rumah pemberian ayah angkatnya. Rumah tersebut bersebelahan dengan rumah orang tuanya, masih dalam satu halaman namun berbeda atap. E, istri BAG, juga berprofesi sebagai guru di sekolah dasar di kecamatan tempat tinggal mereka. Menurut Agus, pasangan suami istri ini terlihat sangat sibuk dengan pekerjaan mereka sehingga jarang berinteraksi dengan tetangga.

Namun, situasi berubah drastis saat tim dari Bareskrim Polri datang untuk menangkap BAG atas tuduhan peretasan situs BKN. Agus yang menyaksikan langsung kejadian penangkapan tersebut menceritakan bagaimana E, istri BAG, sangat terkejut hingga pingsan beberapa kali karena tidak menyangka suaminya akan ditangkap. “Istrinya pingsan berkali-kali, syok berat,” ujar Agus.

BAG sendiri terlihat sangat panik dan tegang saat proses penangkapan berlangsung. Menurut Agus, wajah BAG menunjukkan ketegangan luar biasa saat polisi mulai menggeledah rumahnya.

Barang Bukti yang Disita dan Reaksi Warga

Dalam penggeledahan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk dua ponsel (satu milik BAG dan satu milik istrinya), tas, laptop, dan uang tunai senilai Rp 1,5 juta. Selain itu, sebuah motor modifikasi seharga Rp 19 juta yang sehari-hari digunakan BAG untuk pergi mengajar juga turut diamankan sebagai barang bukti. “Itu motor yang biasa dipakai BAG buat ngajar setiap hari, sekarang ikut dibawa polisi,” ungkap Agus.

Warga Dusun Mulyorejo yang mengenal BAG sebagai sosok pendiam dan baik hati sangat terkejut atas peristiwa ini. Mereka tidak menyangka bahwa BAG terlibat dalam kasus peretasan besar yang melibatkan situs pemerintahan. Agus berharap agar masalah ini dapat segera selesai dan BAG bisa mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri. “Saya tahu dia salah, tapi semoga masalah ini masih bisa diperbaiki. Mungkin ilmunya bisa dimanfaatkan negara dengan merekrutnya ke instansi yang sesuai dengan keahliannya,” kata Agus berharap.

Kehidupan Pribadi BAG dan Harapan Masyarakat

BAG merupakan anak angkat dari seorang kepala sekolah yang saat ini menjabat sebagai kepala koperasi di Kecamatan Gambiran. Meskipun bukan anak kandung, BAG dirawat dan diberikan pendidikan dengan baik oleh orang tua angkatnya hingga menjadi sosok yang dikenal pintar di bidang teknologi. Namun, kesibukannya bekerja membuatnya jarang bersosialisasi dengan warga sekitar, bahkan tak terlihat ikut serta dalam kegiatan kepemudaan atau organisasi setempat.

Masyarakat sekitar, termasuk Agus Salim, merasa prihatin atas kejadian ini. Meski demikian, mereka berharap BAG masih memiliki kesempatan untuk memanfaatkan keahliannya secara positif, mungkin melalui kerja sama dengan pemerintah atau instansi terkait yang bergerak di bidang teknologi dan keamanan siber.

Akhir Kasus Peretasan BKN

Kasus peretasan situs BKN ini mendapat perhatian besar dari masyarakat karena melibatkan akses ilegal ke data pegawai negara. Penangkapan BAG menunjukkan betapa seriusnya tindakan cybercrime di Indonesia dan upaya pemerintah dalam menindak pelaku yang terlibat. Meski BAG kini menghadapi konsekuensi hukum atas tindakannya, masyarakat berharap agar pelajaran dari kejadian ini bisa menjadi pemacu bagi generasi muda lainnya untuk menggunakan keahlian mereka dengan bijak.

(N/014) 

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru