BREAKING NEWS
Jumat, 09 Oktober 2026

Drama Kejar-kejaran 5 Km di Medan: Polisi Bekuk Kurir Jaringan Malaysia & Sita 450 Pod Getar Narkoba

Administrator - Kamis, 08 Oktober 2026 22:29 WIB
Drama Kejar-kejaran 5 Km di Medan: Polisi Bekuk Kurir Jaringan Malaysia & Sita 450 Pod Getar Narkoba
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan menangkap seorang pria berinisial RS yang diduga menjadi kurir narkotika jaringan Malaysia. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan menangkap seorang pria berinisial RS yang diduga menjadi kurir narkotika jaringan Malaysia. Saat ditangkap, RS sempat melawan dan terlibat aksi kejar-kejaran dengan polisi hingga sekitar 5 kilometer.

RS ditangkap pada Senin (21/9/2026) setelah polisi mendapat informasi adanya sebuah mobil yang diduga membawa narkotika dalam jumlah besar di kawasan Ngumban Surbakti, Medan.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan petugas kemudian melakukan pengintaian terhadap kendaraan tersebut.

Baca Juga:

"Setelah pengembangan, kita lakukan pengejaran mobil yang diduga membawa narkoba dalam jumlah besar. Tim mulai melakukan pengintaian dan berhasil mendeteksi keberadaan mobil tersebut. Namun, karena pelaku merasa curiga ia sempat kabur dan terlibat kejar-kejaran dengan petugas kita sejauh 5 KM," ujar Rafli, Kamis (8/10/2026).

Polisi akhirnya berhasil memepet kendaraan tersebut dan mengamankan RS di kawasan Jalan Setiabudi, Medan. Pria berusia 31 tahun itu diketahui merupakan warga Kabupaten Aceh Selatan, Aceh.

Setelah penangkapan, polisi menggeledah mobil yang dikendarai RS. Dari dalam kendaraan ditemukan 450 pod getar yang diduga berisi narkotika.

"Narkoba kami temukan di kursi tengah mobil yang dikemudikan pelaku, totalnya 450 pcs. Di antaranya 320 pod getar merk King, dan 130 pod getar merk Wukong," kata Rafli.

Polisi Telusuri Jaringan Malaysia

Selain pod getar, polisi juga menyita sejumlah lembar mata uang asing, termasuk ringgit Malaysia, dolar Singapura, mata uang China, dan Mesir.

Dalam pemeriksaan awal, RS mengaku baru pertama kali menjadi kurir narkoba. Namun, polisi menduga dia berkaitan dengan jaringan utama Malaysia-Indonesia.

Dugaan tersebut salah satunya didasarkan pada data perjalanan RS yang menunjukkan aktivitas bolak-balik antara Medan dan Malaysia dalam satu bulan terakhir dengan intensitas cukup tinggi.

"Pelaku ini bolak-balik Indonesia-Malaysia, kita dugaan yang bersangkutan masuk dalam jaringan utama. Pelaku juga berupaya menghilangkan jejak komunikasi, karena saat diringkus hal yang pertama kali dilakukan pelaku adalah merusak handphonenya sendiri," ungkap Rafli.

Polisi kini masih mengejar pemasok dan pihak yang diduga menjadi pengendali jaringan tersebut. Penyidik menduga pemasok berada di Malaysia.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kelakar Arsul Sani Sentil Sarjana 'STIA': Hakim MK Pertanyakan Kerugian Hukum Syarat Capres
Bejat! Ayah Kandung di Asahan Tega Cabuli Anak Sendiri Berulang Kali hingga Hamil, Langsung Diciduk Polisi
20 Tahun Mandi Air Bau! Warga Griya Kencana Medan Akhirnya Segera Nikmati Air Clean PDAM
Cegah Kericuhan Hitung Suara: Brimob Polda Sumut Kawal Ketat Rekapitulasi Pilkades Asahan Hingga Malam
Siap Tatap Muka di PN Jaktim: Jokowi Dipastikan Hadir di Sidang Dokter Tifa & Minta Dipercepat
Buka Suara Soal Mahasiswa Tewas Jatuh dari Gedung, Humas UNPRI: Keluarga Sebut Depresi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru