Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
DELI SERDANG – Dini (22), seorang ibu rumah tangga yang menjadi korban dalam insiden bentrokan di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama lima hari di rumah sakit. Ia mengalami luka parah di bagian kepala setelah sepeda motor yang ditumpanginya bersama suami dan anaknya terlibat dalam rangkaian kejadian tersebut.
Dini meninggal dunia pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Kiki Suci, anggota keluarga Dini. Menurut Kiki, Dini langsung dibawa ke rumah sakit setelah kejadian pada Minggu (18/10/2026).
"Dini masuk Rumah Sakit mulai hari Minggu. Setelah kejadian itu (bentrokan ormas) dia langsung dilarikan ke Rumah Sakit dan meninggal dunia," kata Kiki.
Baca Juga:
Kiki mengatakan Dini mengalami luka parah di bagian kepala. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Bangun Rejo, Dusun VII, sebelum dimakamkan pada hari yang sama.
Sebelum kejadian, Dini baru saja pulang dari Kota Tanjung Morawa bersama suami dan anaknya. Mereka mengendarai sepeda motor setelah memperbaiki ponsel dan potong rambut.
Dalam perjalanan pulang, sepeda motor yang mereka tumpangi disebut ditabrak sebuah mobil berwarna putih dari belakang. Keterangan mengenai kejadian tersebut disampaikan Kiki berdasarkan informasi yang diterima keluarga.
"Kemudian waktu mereka jalan pulang, motor mereka ditabrak dari belakang oleh mobil berwarna putih," ujar Kiki.
Berdasarkan informasi kepolisian, mobil putih tersebut dikendarai seorang anggota organisasi masyarakat berinisial DN bersama sejumlah rekannya. Kendaraan itu kemudian ditembaki beberapa kali oleh pengendara sepeda motor dari kelompok lain, yakni DAC dan AAL.
Tembakan mengenai telinga dan menembus leher DN hingga menyebabkan dirinya meninggal dunia. Setelah terkena tembakan, DN kehilangan kendali atas mobil yang dikendarainya. Kendaraan tersebut kemudian menabrak keluarga Dini dan warga lain yang melintas di lokasi.
Kiki menuturkan, Dini, suami, dan anaknya terjatuh ke parit akibat kejadian tersebut. Dini mengalami luka serius di bagian kepala, sedangkan suami dan anaknya juga mengalami sejumlah luka.
"Dini dan keluarganya jatuh ke parit. Kepala sepupu saya itu menatap semen pinggiran parit. Kemudian anaknya yang jatuh wajahnya juga luka-luka, begitu juga dengan suaminya yang luka-luka di lehernya," ungkap Kiki.
Kondisi suami dan anak Dini juga masih memerlukan pemulihan berdasarkan keterangan keluarga. Anak Dini disebut harus mendapatkan jahitan di bagian tepi mata dan mengalami kesulitan berjalan. Sementara itu, suaminya mengalami luka di bagian leher, kaki, dan perut akibat benturan dengan setang sepeda motor ketika terjatuh.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.