BREAKING NEWS
Minggu, 15 Maret 2026

Kementerian HAM Desak Pertanggungjawaban Atas Kasus Penembakan WNI di Malaysia

BITVonline.com - Jumat, 31 Januari 2025 07:06 WIB
Kementerian HAM Desak Pertanggungjawaban Atas Kasus Penembakan WNI di Malaysia
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MALAYSIA -Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) meminta adanya pertanggungjawaban atas penembakan yang menyebabkan lima warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban di Malaysia. Penembakan ini melibatkan aparat Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) di perairan Tanjung Rhu pada Jumat (24/1/2025), yang mengakibatkan satu korban tewas dan empat lainnya luka-luka.

Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kementerian HAM, Munafrizal Manan, menegaskan bahwa penting untuk ada pertanggungjawaban dalam kasus ini. Hal ini, menurutnya, untuk mencegah preseden buruk yang seolah-olah membenarkan tindakan kekerasan yang dilakukan aparat terhadap warga negara Indonesia.

“Kami sudah menegaskan bahwa perlu ada pertanggungjawaban atas kejadian ini. Kalau tidak ada pertanggungjawaban, maka bisa dianggap bahwa tindakan ini sesuai prosedur dan membiarkan tindakan kekerasan yang fatal terhadap warga negara kita,” ujar Munafrizal, Jumat (31/1/2025).

Munafrizal menambahkan bahwa tindakan aparat yang mengarah pada pencabutan nyawa tidak dapat dibenarkan, bahkan jika ada dugaan pelanggaran hukum oleh pihak yang ditembak. “Kalaupun ada tindakan hukum, seharusnya tidak berujung pada pencabutan nyawa. Ini sudah berlebihan dan tidak dapat dibenarkan,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Kementerian HAM juga mendorong keterlibatan Komisi Hak Asasi Manusia Malaysia (Suhakam) untuk mengawasi dan melakukan investigasi terhadap kasus ini. Kemenkumham ingin memastikan bahwa investigasi yang dilakukan bersifat objektif dan tidak sepihak.

“Kami akan berkomunikasi proaktif dengan Suhakam dan mendorong agar mereka melakukan pemantauan dan investigasi. Kami butuh keterangan yang seimbang, bukan hanya dari pihak Malaysia,” lanjut Munafrizal.

Kementerian HAM juga berencana mengangkat kasus ini di Forum HAM Nasional Asia Tenggara, untuk memastikan bahwa insiden serupa tidak terulang di masa depan.

“Sangat penting untuk membahas kejadian ini di forum tersebut agar bisa ada upaya jangka panjang dalam mencegah insiden serupa,” ujar Munafrizal.

Sebelumnya, lima pekerja migran Indonesia (PMI) ditembak oleh APMM di perairan Malaysia. Kejadian ini terjadi pada pukul 03.00 waktu setempat, saat kapal yang mengangkut PMI melintas di perairan tersebut. Empat orang korban masih dalam kondisi kritis dan dirawat di rumah sakit di Malaysia. (kmps) (n/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru