BREAKING NEWS
Minggu, 15 Maret 2026

Polres Jakarta Pusat Amankan Demo BEM SI di Patung Kuda, 588 Personel Dikerahkan

Redaksi - Kamis, 20 Februari 2025 10:59 WIB
Polres Jakarta Pusat Amankan Demo BEM SI di Patung Kuda, 588 Personel Dikerahkan
Suasana jelang Pelantikan Kepala Daerah di Kawasan Monas dan Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA _Polres Jakarta Pusat mengerahkan 588 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar oleh BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Kamis siang ini. Demonstrasi ini merupakan bagian dari rangkaian aksi #IndonesiaGelap yang digelar oleh mahasiswa di beberapa kota besar, sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap kondisi pemerintahan dan sejumlah kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, mengungkapkan bahwa pengamanan melibatkan personel gabungan yang terdiri dari berbagai unit. "Kekuatan pengamanan 588 personel gabungan," ucap Susatyo. Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai kelompok penggelar demo selain BEM SI, namun informasi yang beredar menyebutkan bahwa aksi ini memang digelar oleh BEM SI.

Untuk memastikan kelancaran pengamanan, Kapolres mengingatkan anggotanya untuk tidak terpancing provokasi dan lebih mengedepankan pendekatan yang humanis. "Kami akan mengedepankan negosiasi dan pelayanan yang humanis untuk menjaga keamanan dan keselamatan semua pihak," imbuhnya.

Selain mengamankan aksi demonstrasi, Polres Jakarta Pusat juga turut mengamankan jalannya pelantikan kepala daerah terpilih yang digelar di Istana Negara pada hari yang sama. Beberapa titik strategis seperti Monas dan Istana Negara menjadi fokus utama pengamanan. "Kami memastikan pelaksanaan pelantikan berlangsung aman dan kondusif," kata Susatyo, seraya menambahkan bahwa rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional.

Aksi #IndonesiaGelap yang digelar BEM SI pada hari ini di kawasan Patung Kuda ini menjadi lanjutan dari aksi unjuk rasa yang telah dilakukan sejak Senin (17/2) lalu. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah isu, termasuk pemangkasan anggaran yang dianggap berdampak pada sektor pendidikan dan perekonomian masyarakat. Mereka juga menyoroti isu-isu sosial seperti masalah gas LPG dan program makan bergizi yang dianggap bermasalah.

Tuntutan Aksi BEM SI: Aksi BEM SI kali ini menuntut perubahan pada kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat, serta menuntut keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Mereka menyerukan agar suara rakyat didengarkan dan perubahan terjadi dengan mengatasi masalah-masalah yang ada.

"Ketika rakyat diam, kebenaran terancam. Ketika penguasa tak terbantahkan, keadilan semakin jauh. Dari anggaran yang tak tepat, program makan bergizi yang bermasalah, hingga langkanya gas LPG—masalah terus menumpuk, tapi perjuangan tak pernah berhenti," kata BEM SI dalam pernyataan mereka.

(kp/n14)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru