BREAKING NEWS
Selasa, 17 Maret 2026

Jamaah Islamiyah Serahkan Logistik Militer Sebagai Komitmen Kembali ke NKRI

BITVonline.com - Minggu, 22 Desember 2024 04:25 WIB
Jamaah Islamiyah Serahkan Logistik Militer Sebagai Komitmen Kembali ke NKRI
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SOLO -Organisasi teroris Jamaah Islamiyah (JI) secara resmi menyerahkan alat bahan dan senjata (albas) serta perlengkapan kemiliteran lainnya sebagai bagian dari deklarasi pembubaran dan pengembalian kesetiaan mantan anggota JI kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penyerahan tersebut dilakukan dalam kegiatan “Sosialisasi dan Deklarasi Pembubaran JI dan Ikrar Setia eks-Anggota JI kepada NKRI” yang digelar di Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (22/12/2024).

Kepala Densus 88/Antiteror Polri Irjen Pol Sentot Prasetyo mengungkapkan bahwa pihak JI telah menyerahkan berbagai logistik kemiliteran yang mereka simpan, termasuk senjata api, bahan peledak, dan senjata tajam. Beberapa barang yang diserahkan meliputi 6 pucuk senjata api, 2 magazin, 1 granat, 40 kilogram bahan peledak, 942 butir peluru, 11 senjata tajam, 8 pistol airsoftgun, dan 12 detonator.

“Mereka (JI) dengan tulus menyerahkan albas atau logistik yang selama ini mereka simpan, termasuk senjata dan bahan-bahan lainnya,” ujar Irjen Sentot.

Deklarasi ini, menurut Sentot, merupakan komitmen serius mantan anggota JI untuk kembali kepada NKRI, meskipun banyak pihak yang meragukan kesungguhan mereka mengingat masa lalu JI yang sarat dengan aksi terorisme yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 1.400 mantan anggota JI secara langsung, dan 7.000 orang secara daring dari 36 lembaga pemasyarakatan (lapas) serta dua rumah tahanan negara (rutan) di seluruh Indonesia, Irjen Sentot menjelaskan bahwa JI pertama kali didirikan pada 1993 dengan tujuan mendirikan negara Islam di kawasan Asia Tenggara. Organisasi ini kemudian dikenal luas setelah bertanggung jawab atas aksi Bom Bali I pada tahun 2002 yang menewaskan lebih dari 200 orang.

Namun, berkat pendekatan humanis dan persuasif dari Densus 88 dan otoritas terkait, ideologi lama JI perlahan terkikis. Hal ini dipertegas dengan pertemuan pada tahun 2019 dengan Para Wijayanto, amir JI yang menjabat selama 11 tahun hingga penangkapannya. Diskusi terbuka dan akrab dengan para tokoh JI lainnya berlanjut hingga mereka mendeklarasikan pembubaran organisasi pada 30 Juni 2024 di Bogor.

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan di berbagai daerah di Indonesia, dan Solo menjadi tempat terakhir dari rangkaian acara sosialisasi dan deklarasi yang sudah dilakukan sebanyak 44 kali di 21 wilayah di Indonesia.

Dalam acara puncak ini, hadir sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Eddy Hartono, serta pejabat daerah seperti Pj. Gubernur Jateng Komjen Pol (Purn) Nana Sudjana dan Kapolda Jateng Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo.

Tak ketinggalan, beberapa tokoh senior eks-JI juga hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Arif Siswanto, mantan Ketua Tim Lajnah JI, serta Abdullah Anshori alias Abu Fatih, mantan Ketua Mantiqi 2 JI.

Sebagian besar mantan anggota JI yang hadir dalam acara ini adalah pengurus pondok pesantren yang sebelumnya terafiliasi dengan JI serta kombatan dalam konflik Ambon dan Moro, Filipina.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru