Terpukau Danau Toba, Pelari 34 Negara Bilang “Ini Surga” di Trail of The Kings UTMB 2026
SAMOSIR Trail of The Kings Ultra Trail du Mont Blanc (UTMB) 2026 resmi berakhir, tapi cerita tentang keindahan Danau Toba masih terus di
OLAHRAGA
MEDAN - Posisi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) yang kosong hampir dua tahun menjadi perhatian publik, terutama di tengah upaya Indonesia untuk menegosiasikan tarif dagang 32% yang dikenakan oleh Presiden AS, Donald Trump.
Kekosongan posisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana Indonesia dapat melakukan negosiasi penting tanpa perwakilan diplomatik yang tepat di negara adidaya tersebut.
Posisi duta besar untuk AS terakhir kali diisi oleh Rosan Roeslani, yang kini menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Rosan menggantikan Muhammad Lutfi yang sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar. Namun, setelah Rosan diangkat sebagai Wakil Menteri BUMN pada 2023, posisi tersebut kembali kosong.
Pengamat hubungan internasional dan pendiri Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja, mengkritik kekosongan posisi ini yang menurutnya memperlambat Indonesia dalam mengumpulkan informasi, membangun jejaring, dan menghubungi pihak-pihak yang pro pada Indonesia di AS.
Dinna juga menyatakan bahwa Indonesia bisa dikatakan tertinggal dibandingkan negara-negara lain yang memiliki duta besar yang rutin bekerja di AS.
"Model pembentukan tim negosiasi Indonesia untuk menghadapi Trump kemungkinan besar akan menghadapi kesulitan, karena tidak ada jalinan yang solid antara Indonesia dan AS.
Delegasi yang dikirim, meski memiliki mandat, tidak siap secara penuh karena keterbatasan waktu dan persiapan," jelas Dinna dalam sebuah wawancara pada Selasa (8/4).
Lebih lanjut, Dinna menyoroti peran penting seorang duta besar yang memiliki jabatan tinggi dalam dunia diplomatik dan kewenangan penuh untuk bernegosiasi serta membangun hubungan internasional.
Ia menjelaskan bahwa seorang dubes harus memiliki pengalaman dan perspektif yang luas, baik dari sisi politik maupun ekonomi, serta memahami dengan baik cara berinteraksi dengan pihak-pihak berpengaruh di AS.
Sebagai contoh, Dinna menyebutkan penunjukan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam, Nguyen Quoc Dzung, sebagai duta besar di AS yang sudah siap membangun jejaring dengan pengalaman luas di Eropa dan ASEAN.
Dinna menilai Indonesia juga membutuhkan sosok yang memiliki kompetensi serupa untuk menghadapai tantangan diplomasi dengan AS.
Dinna juga mengingatkan pentingnya kualitas seorang duta besar Indonesia, yang sebelumnya diisi oleh diplomat-diplomat berpengalaman seperti Arifin Siregar, Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Dino Djalal, dan Soemadi.
Mereka bukan hanya diplomat yang berpengalaman dalam bernegosiasi, namun juga telah mengelola isu-isu kompleks dengan negara-negara industri besar dan memiliki jejaring yang kuat di AS.
"Pengalaman dan jejaring yang mereka miliki di AS sangat penting, apalagi dalam menghadapi isu-isu perdagangan global dan diplomasi ekonomi yang semakin kompleks," tutup Dinna.*
(kp)
SAMOSIR Trail of The Kings Ultra Trail du Mont Blanc (UTMB) 2026 resmi berakhir, tapi cerita tentang keindahan Danau Toba masih terus di
OLAHRAGA
JAKARTA Pemerintah menyatakan belum membahas usulan menjadikan gula pasir sebagai salah satu komponen dalam program bantuan pangan nasio
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan menerima putusan pengadilan terhadap mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanue
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap akan dilanjutkan meskipun menjadi salah satu tuntutan penghentian
NASIONAL
MEDAN Rupiah saat ini menjadi mata uang resmi yang digunakan masyarakat Indonesia dalam setiap aktivitas ekonomi. Namun, jauh sebelum Ru
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman dan me
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) ter
EKONOMI
SEMARANG Perjalanan hidup seseorang terkadang tidak hanya ditentukan oleh satu profesi atau satu bidang yang ditekuni. Hal itu tergambar
SOSOK
JAKARTA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., bersama Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dewan Perwak
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal S.E., M.AP., menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) II Himpunan Keluarga Besar Masyarakat Kabup
PEMERINTAHAN