Dino Patti Djalal Ungkap SBY Tak Pernah Tergoda Perpanjang Kekuasaan Selama Dua Periode Jabatannya
JAKARTA Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, mengungka
POLITIK
USA -Seorang mahasiswa asal Indonesia, Aditya Wahyu Harsono (33), kini tengah menghadapi proses hukum di Amerika Serikat setelah ditangkap oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) pada 27 Maret lalu, hanya empat hari setelah visanya dicabut secara mendadak.
Penangkapan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan mahasiswa internasional dan aktivis hak asasi manusia.
Menurut laporan CBS News dan Minnesota Star Tribune, Aditya ditangkap oleh agen ICE berpakaian sipil saat sedang bekerja di Marshall, Minnesota.
Ia kemudian ditahan di Penjara Kandiyohi dan hingga kini masih terpisah dari istri dan anaknya yang baru berusia delapan bulan.
Aditya pertama kali datang ke AS sepuluh tahun lalu dengan visa mahasiswa F-1 dan baru saja menyelesaikan studi S2 di Southwest Minnesota State University (SMSU) pada 2023.
Setelah lulus, ia bekerja sebagai manajer rantai pasokan melalui program Pelatihan Praktik Opsional (OPT) yang diberikan kepada mahasiswa internasional.
Pencabutan visa Aditya disebut-sebut berkaitan dengan pelanggaran ringan pada tahun 2022.
Namun, pengacaranya, Sarah Gad, menyatakan bahwa hal tersebut hanyalah dalih.
Ia menduga bahwa pandangan politik Aditya dan keterlibatannya dalam demonstrasi Black Lives Matter (BLM) pada 2021 menjadi alasan sebenarnya.
"Meskipun visa mahasiswanya telah dicabut, dia masih memiliki status hukum karena sedang mengajukan green card melalui istrinya, Peyton Harsono, yang merupakan warga negara AS," ujar Gad.
Peyton juga mengungkapkan bahwa suaminya selalu menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan dihormati selama studi, bahkan dipercaya menjadi manajer rak makanan di kampus.
Ia meyakini bahwa penahanan Aditya adalah bentuk ketidakadilan dan upaya pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat.
Sebuah sidang pada 10 April lalu sempat memutuskan bahwa Aditya dapat dibebaskan dengan jaminan, namun keputusan itu dibatalkan setelah Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengajukan banding.
"Ini telah menghancurkan hidup kami. Anak kami masih bayi dan sangat membutuhkan ayahnya," kata Peyton sambil menangis.
Sampai saat ini, Kedutaan Besar AS di Jakarta belum memberikan tanggapan resmi.
Departemen Luar Negeri AS juga enggan berkomentar dengan alasan privasi.
Kasus Aditya menyoroti kekhawatiran terhadap perlakuan terhadap mahasiswa internasional di AS serta potensi penyalahgunaan kebijakan imigrasi untuk menindak aktivisme politik.*
(km/a008)
JAKARTA Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, mengungka
POLITIK
PADANG LAWAS Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Padang Lawas menangkap seorang pria yang diduga sebagai pengedar narkoti
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengingatkan pekerja di Indonesia untuk bersiap menghadapi percepatan perubahan teknologi, ter
NASIONAL
KUPANG Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memilih berjalan kaki dari Rumah Jabatan menuju Kantor Gubernur NT
PEMERINTAHAN
MEDAN Mantan sopir hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Khamozaro Waruwu, mengakui telah mencuri emas milik atasannya sekaligus membakar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta baru dalam penyidikan kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Tulungagun
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menyatakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto tengah bekerja keras
EKONOMI
LABUSEL Bupati Labuhanbatu Selatan Fery Sahputra Simatupang menghadiri kegiatan Halal Bihalal sekaligus dialog interaktif bersama Karang
PEMERINTAHAN
SOLO Pengadilan Negeri Solo, Jawa Tengah, menolak gugatan citizen lawsuit (CLS) terkait ijazah mantan Presiden ke7 Joko Widodo. Majelis
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Xiaomi mengonfirmasi peluncuran ponsel flagship terbarunya, Redmi K90 Max, yang dijadwalkan hadir pada akhir April 2026. Menjela
SAINS DAN TEKNOLOGI