BREAKING NEWS
Jumat, 20 Februari 2026

AS-China Sepakat Pangkas Tarif Dagang Selama 90 Hari, Sinyal Redanya Ketegangan Ekonomi Global

Adelia Syafitri - Senin, 12 Mei 2025 18:47 WIB
AS-China Sepakat Pangkas Tarif Dagang Selama 90 Hari, Sinyal Redanya Ketegangan Ekonomi Global
Ilustrasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SWISS - Amerika Serikat dan China akhirnya mencapai kesepakatan penting dalam menurunkan tarif perdagangan selama 90 hari ke depan, dalam langkah yang dinilai sebagai sinyal positif meredanya tensi ekonomi antara dua raksasa dunia tersebut.

Pengumuman ini disampaikan dalam pernyataan bersama di Jenewa, Swiss, Senin (12/5/2025), sebagaimana dikutip dari Reuters dan Xinhua.

Dalam kesepakatan tersebut, Amerika Serikat akan memangkas tarif terhadap barang-barang asal China dari sebelumnya 145% menjadi 30%, sementara China akan menurunkan tarif atas barang dari AS dari 125% menjadi 10%.

"Para pihak berkomitmen untuk mengambil tindakan pengurangan tarif paling lambat 14 Mei 2025," demikian isi pernyataan bersama bertajuk Pernyataan Bersama mengenai Pertemuan Ekonomi dan Perdagangan China-AS di Jenewa.

Kesepakatan ini lahir dari pengakuan kedua negara atas pentingnya hubungan ekonomi bilateral yang saling menguntungkan dan berdampak besar bagi ekonomi global.

Kedua negara sepakat melanjutkan komunikasi terbuka dan membentuk mekanisme lanjutan untuk menjaga stabilitas hubungan dagang mereka.

Amerika Serikat juga akan menghapus tarif tambahan yang sebelumnya dikenakan melalui sejumlah Perintah Eksekutif Presiden, termasuk yang diberlakukan pada 2, 8, dan 9 April 2025.

Sementara itu, China juga akan melakukan langkah serupa dengan menghapus tarif berdasarkan pengumuman Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara serta mencabut tindakan balasan non-tarif terhadap AS.

Untuk memperkuat langkah ini, kedua negara akan mengadakan diskusi lanjutan melalui perwakilan tinggi, yakni He Lifeng dari pihak China dan Scott Bessent serta Jamieson Greer dari pihak Amerika Serikat.

Diskusi akan dilakukan secara bergilir di masing-masing negara atau negara ketiga yang disepakati bersama.

Kesepakatan ini disambut baik oleh banyak pihak karena berpotensi menurunkan tekanan inflasi, meningkatkan perdagangan global, serta membuka jalan diplomasi dagang lebih lanjut di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi internasional.*

(mi/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru