BREAKING NEWS
Selasa, 17 Februari 2026

FBI Umumkan Penyelidikan Baru Kasus Kokain di Gedung Putih dan Kebocoran Draf Mahkamah Agung AS

Adelia Syafitri - Selasa, 27 Mei 2025 20:46 WIB
FBI Umumkan Penyelidikan Baru Kasus Kokain di Gedung Putih dan Kebocoran Draf Mahkamah Agung AS
Gedung Putih.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

WASHINGTON D.C. – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengumumkan akan meluncurkan penyelidikan baru terkait dua kasus sensitif yang sebelumnya belum terungkap secara tuntas.

Kedua kasus tersebut adalah penemuan kokain pada tahun 2023 di Gedung Putih selama masa jabatan Presiden Joe Biden, serta kebocoran draf opini Mahkamah Agung AS tahun 2022 yang membatalkan kasus Roe v Wade.

Pengumuman disampaikan oleh Wakil Direktur FBI, Dan Bongino, melalui unggahan di platform media sosial X pada Senin (26/5/2025).

Bongino menyatakan bahwa dirinya telah meminta briefing mingguan untuk memantau perkembangan penyelidikan atas kedua kasus tersebut.

Penemuan kokain yang terjadi dua tahun lalu berupa sekantong kecil narkoba di sebuah bilik dekat pintu masuk West Wing, sempat menimbulkan kontroversi hebat.

Tuduhan awal yang dilayangkan oleh Partai Republik dan mantan Presiden Donald Trump menuding bahwa kokain tersebut milik Presiden Biden atau putranya, Hunter Biden.

Namun, keluarga Biden saat itu sedang tidak berada di Washington, dan tuduhan tersebut dibantah keras oleh juru bicara Gedung Putih.

Sementara itu, kebocoran draf opini Mahkamah Agung AS pada Mei 2022 dalam kasus Dobbs v Jackson Women's Health Organization yang mengakhiri hak konstitusional atas aborsi, juga menjadi sorotan nasional dan internasional.

Trump sempat menuntut penahanan para jurnalis yang membocorkan dokumen tersebut.

Meski sudah diinvestigasi oleh Secret Service dan Mahkamah Agung, pelaku kebocoran hingga kini belum terungkap.

Selain dua kasus utama tersebut, Bongino juga mengumumkan penambahan sumber daya untuk penyelidikan FBI atas insiden penempatan bom pipa di Komite Nasional Demokrat dan Republik pada Januari 2021, yang terjadi sebelum serangan di Gedung Capitol.

Hingga kini, juru bicara Presiden Biden belum memberikan komentar terkait penyelidikan terbaru ini.*

(km/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru