Pemerintah Tiongkok membalas tudingan tersebut dengan menyebutnya sebagai "klaim palsu" dan menuduh Washington menerapkan kebijakan dagang yang diskriminatif.
Ketegangan dagang tidak hanya terjadi antara AS dan Tiongkok. Trump juga memicu ketegangan dengan sejumlah mitra dagang lainnya, termasuk Uni Eropa. Ia berencana menaikkan tarif baja dan aluminium global hingga 50%, yang akan mulai berlaku pada Rabu mendatang.
Langkah-langkah Trump ini dipandang sebagai bagian dari pendekatan agresif untuk menekan mitra dagang AS agar menyepakati perjanjian baru yang dianggap lebih menguntungkan bagi Washington.*