
Uya Kuya Sampaikan Permohonan Maaf Tulus untuk Masyarakat Indonesia
JAKARTA Anggota DPR RI, Uya Kuya, kembali mengunggah video permintaan maaf terkait polemik yang melibatkan dirinya beberapa waktu terakhir
NasionalTEHERAN – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi peluncuran rudal hipersonik Fattah-1 ke wilayah Israel.
Peluncuran ini disebut sebagai yang pertama kalinya dilakukan Iran dalam konflik militer aktif saat ini.
Mengutip laporan BBC, Rabu (18/6/2025), rudal tersebut ditembakkan ke arah Tel Aviv pada malam hari waktu setempat.
Baca Juga:
Serangan ini menandai eskalasi baru dalam konflik antara kedua negara, yang telah memanas sejak tahun lalu.
Rudal Fattah-1, yang pertama kali diperkenalkan pada 2023, dirancang dan diproduksi secara lokal oleh Iran.
Baca Juga:
Rudal ini memiliki kecepatan hingga 15 kali kecepatan suara, serta diklaim mampu menghindari dan menembus sistem pertahanan udara canggih milik musuh.
Peluncuran Fattah-1 bukan hanya simbol kekuatan militer, tetapi juga sarat pesan politik.
Saat peluncuran resmi rudal tersebut di Teheran, IRGC memasang spanduk besar bertuliskan dalam bahasa Ibrani, yaitu "400 detik menuju Tel Aviv", menyiratkan ancaman langsung terhadap jantung Israel.
Saluran berita pemerintah Iran, Press TV, menyebut peluncuran rudal hipersonik ini sebagai "awal dari akhir" sistem pertahanan rudal Israel yang selama ini dianggap tangguh.
"Pengerahan rudal Fattah generasi pertama menandai titik balik dalam konflik ini dan menjadi awal dari akhir sistem pertahanan rudal 'mitos' Israel," tulis Press TV dalam laporannya.
Meskipun Iran sudah pernah menggunakan rudal Fattah dalam serangan besar pada 1 Oktober 2024, ini adalah kali pertama rudal tersebut digunakan dalam situasi perang terbuka yang berlangsung saat ini.
Laporan CNN menyebut rudal Fattah sebagai rudal hipersonik pertama buatan Iran.
Teknologi hipersonik memungkinkan rudal melaju sangat cepat dan bermanuver untuk menghindari intersepsi dari sistem pertahanan udara lawan, termasuk sistem Iron Dome milik Israel.
Peluncuran rudal ini mempertegas posisi Iran dalam mendukung perjuangan Palestina dan menandai babak baru dalam konflik militer dengan Israel.
Sementara itu, pihak Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dampak dari serangan tersebut.
Para analis memperkirakan, penggunaan rudal hipersonik ini bisa memicu respons militer besar dari Israel atau sekutunya, dan meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas.*
(d/a008)
JAKARTA Anggota DPR RI, Uya Kuya, kembali mengunggah video permintaan maaf terkait polemik yang melibatkan dirinya beberapa waktu terakhir
NasionalJAKARTA Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait kondisi politik nasional terkini. Ia m
NasionalTAPSEL Kasus dugaan penganiayaan anak yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan kembali mencuat ke publik. Seorang ayah, Adil Syahputra B
Hukum dan KriminalJAKARTA Dalam langkah untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan penting dengan sejumla
NasionalJAKARTA Arus lalu lintas di kawasan Polda Metro Jaya, yang meliputi Jalan Gatot Soebroto hingga Sudirman, Jakarta Selatan, terpantau kemba
NasionalJAKARTA Meskipun fitur live dihentikan, pengguna TikTok masih dapat mengakses konten lainnya seperti video pendek yang tetap bisa diunggah
Sains & TeknologiCIKARANG Akhmad Munir, Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan
NasionalJAKARTA Netizen yang mengunggah foto tersebut menyebut Eko sedang berkeliling membeli barang palsu di China menggunakan uang pajak rakyat
NasionalACEH UTARA Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Korem 011/Lilawangsa untuk pertama kalin
NasionalJAKARTA Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, menyatakan bahwa fraksinya menyetujui penghentian tunjangan anggota
Politik