BREAKING NEWS
Minggu, 12 April 2026

Iran Bantah Klaim Trump soal Serangan AS ke Fasilitas Nuklir: “Tak Ada Ledakan Besar”

Adelia Syafitri - Minggu, 22 Juni 2025 12:34 WIB
Iran Bantah Klaim Trump soal Serangan AS ke Fasilitas Nuklir: “Tak Ada Ledakan Besar”
Gambar satelit menunjukkan fasilitas nuklir Fordow. (foto: Maxar Technologies/Reuters)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TEHERAN — Pemerintah Iran secara resmi membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut militer AS berhasil menghancurkan tiga fasilitas nuklir utama di Iran, yakni di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Melalui laporan kantor berita IRNA, situasi di sekitar lokasi serangan dikabarkan "sepenuhnya normal".

Dalam pidato resminya dari Gedung Putih, Trump menyebut operasi militer tersebut sebagai "keberhasilan spektakuler" dan mengklaim bahwa Fordow sudah "tidak ada lagi".

"Iran tidak memiliki pilihan lain selain berdamai atau menghadapi tragedi," ujar Trump tegas.

Namun, laporan dari dalam Iran menggambarkan narasi berbeda.

Menurut sumber dari dalam negeri, warga tidak merasakan ledakan besar, dan kondisi di lokasi serangan tetap stabil.

Manan Raisi, anggota parlemen dari wilayah Qom yang menaungi situs nuklir Fordow, menyatakan bahwa kerusakan yang terjadi bersifat dangkal dan dapat dipulihkan.

"Bertentangan dengan klaim Presiden AS, fasilitas nuklir Fordow tidak mengalami kerusakan serius," tegas Raisi dalam pernyataan kepada media lokal Tasnim.

Organisasi Energi Atom Iran juga menyampaikan tidak ditemukan kebocoran radiasi di ketiga lokasi yang diserang.

Bahkan, sistem pengawas radiasi menunjukkan tidak ada kontaminasi yang membahayakan warga sekitar.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam pernyataan publik pertamanya setelah serangan, mengecam tindakan AS yang dinilainya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.

"Ini adalah tindakan keterlaluan. Washington telah melanggar prinsip hukum internasional dan perjanjian nuklir NPT," tegas Araghchi.

Iran menegaskan bahwa mereka akan mempertahankan kedaulatan dan seluruh kepentingan nasionalnya.

"Setiap anggota PBB harus waspada terhadap tindakan ilegal dan berbahaya ini," tambahnya.

Komisi Pengawas Nuklir dan Radiologi Arab Saudi turut merilis pernyataan bahwa tidak terdeteksi adanya dampak radioaktif di kawasan Timur Tengah setelah serangan tersebut.

Negara-negara Teluk disebut masih dalam kondisi aman.

Sampai saat ini belum ada verifikasi independen atas klaim kerusakan yang disampaikan baik oleh pihak AS maupun Iran.

Dunia internasional masih menanti respons lanjutan dari Dewan Keamanan PBB atas ketegangan terbaru ini.*

(cb/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru