Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 11 Persen, Ini Penyebabnya
JAKARTA Harga minyak dunia mencatat penurunan tajam sepanjang pekan ini. Meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat
EKONOMI
IRAN -Ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) kian memanas. Serangan AS terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran memicu gelombang kecaman dan keresahan di seluruh dunia, termasuk di media sosial Indonesia.
Di platform X (sebelumnya Twitter), kata kunci 'Amerika' menduduki posisi teratas trending topic di Indonesia, disusul 'WW3' (World War 3) dengan lebih dari 5.600 tweet, dan 'PD 3' (Perang Dunia ke-3) dengan lebih dari 2.300 tweet, saat berita ini ditulis pada Minggu (22/6/2025).
Tagar global seperti #TrumpIsWarCriminal dan #Iran juga naik ke puncak trending dunia, dengan kata kunci "Iran" mencatat lebih dari 3,29 juta cuitan.
Netizen Panik: 'Belum Nikah, Sudah PD 3'
Kecemasan netizen Indonesia tergambar dalam berbagai cuitan. Banyak dari mereka merasa dunia tengah berada di ambang Perang Dunia III, hanya beberapa tahun setelah melewati pandemi global COVID-19.
"Mengebom suatu negara dan kemudian menyerukan perdamaian? Itu sama sekali bukan diplomasi, itu gaslighting dalam skala internasional. Selamat datang di PD3," tulis akun @corneliastagain.
"Kau memberi tahu aku bahwa kita selamat dari pandemi dunia dan sekarang harus bertahan hidup dari Perang Dunia ke-3 di usia awal 20-an," ungkap @erenfromtargets.
"Gw belum nikah, please..!!" tulis @ilhampid, menanggapi isu eskalasi perang dan potensi penggunaan nuklir.
Iran Kecam Serangan AS
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras tindakan militer AS terhadap tiga fasilitas nuklir di negaranya.
"Peristiwa pagi ini keterlaluan dan akan memiliki konsekuensi yang kekal," tulis Araghchi di X.
Ia menegaskan, berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Iran berhak melakukan pembelaan diri terhadap agresi militer.
"Iran memiliki semua pilihan untuk mempertahankan kedaulatan, kepentingan, dan rakyatnya," ujarnya tegas.
Dunia Memantau: Eskalasi atau Diplomasi?
Kondisi saat ini memicu kekhawatiran akan potensi konflik skala besar yang melibatkan banyak negara. Meski belum ada deklarasi resmi perang, tekanan meningkat dengan cepat. Banyak pihak internasional menyerukan de-eskalasi dan dialog diplomatik untuk menghindari bencana global.
Masyarakat dunia, termasuk warganet Indonesia, berharap agar krisis ini tidak berubah menjadi konflik berskala global seperti Perang Dunia III yang mereka khawatirkan.
(d/j006)
JAKARTA Harga minyak dunia mencatat penurunan tajam sepanjang pekan ini. Meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat
EKONOMI
BANDUNG Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menunjuk sembilan jaksa untuk mengikuti perkembangan penyidikan kasus Taufik Hidayat, tersa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menilai anggapan yang menyebut Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) s
POLITIK
JAKARTA Penyanyi Nadhif Basalamah mengungkapkan dirinya menjadi korban pelecehan seksual secara daring melalui media sosial X dan TikTok
ENTERTAINMENT
JAKARTA Sejumlah bahan pangan strategis mengalami perubahan harga pada perdagangan Minggu (28/6/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi
EKONOMI
JAKARTA Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat ekspor minyak sawit Indonesia ke Uni Eropa masih menunjukkan tren positif pada awal
PERTANIAN AGRIBISNIS
LABUHANBATU Video yang menarasikan satu kompi anggota TNI diduga membawa kabur 16 ekor lembu milik seorang janda di Kabupaten Labuhanbat
PERISTIWA
SERDANG BEDAGAI Upaya Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) untuk memediasi konflik agraria antara masyarakat yang mengatasnamak
PERISTIWA
JAKARTA Google kembali menghadirkan aplikasi Google Finance setelah sebelumnya sempat dihentikan pada 2015. Peluncuran ini dilakukan ber
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Minggu, 28 Juni 2026, terpantau tidak mengalami perubahan diba
EKONOMI