Dua Hari Dicari, Kakek yang Hanyut di Jembatan Bambu Simalungun Ditemukan Tewas
SIMALUNGUN Seorang pria lanjut usia bernama Mula Sirait alias Pak Priska (58) yang dilaporkan hanyut saat menyeberangi jembatan bambu di
PERISTIWA
JAKARTA - Ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Amerika Serikat terhadap situs nuklirnya mendapat sorotan keras dari berbagai pihak.
Meski parlemen Iran sudah menyetujui kemungkinan penutupan jalur vital tersebut, keputusan final masih bergantung pada Dewan Keamanan Nasional Iran.
Penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur transit utama minyak dunia ini dikhawatirkan justru akan menjadi bumerang bagi Iran sendiri. Selain berpotensi merugikan negara-negara di kawasan Timur Tengah, langkah tersebut juga bisa memicu isolasi diplomatik dan kerugian ekonomi besar bagi Iran.
Menurut Vandana Hari, pendiri Vanda Insights, risiko terbesar adalah dimusuhinya Iran oleh negara tetangga yang juga penghasil minyak, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, Kuwait, dan Qatar. Kelima negara tersebut secara kolektif mengirim jutaan barel minyak setiap harinya melalui Selat Hormuz.
Data Badan Informasi Energi AS menunjukkan Iran mengirim sekitar 1,5 juta barel minyak per hari melalui Selat Hormuz pada kuartal pertama 2025. Penutupan jalur ini juga akan berdampak langsung terhadap pasar minyak Iran di Asia, terutama China, pembeli terbesar minyak Iran.
"Keuntungan dari penutupan ini sangat kecil, sementara dampak negatif bagi Iran justru sangat besar," kata Vandana Hari.
Dukungan atas pendapat ini juga datang dari Andrew Bishop, Kepala Riset Kebijakan Global Signum Global Advisors, yang menilai Iran tidak akan mengambil risiko memusuhi China. Ia juga menambahkan bahwa gangguan pasokan minyak dapat menimbulkan serangan terhadap infrastruktur ekspor minyak maupun rezim Iran sendiri.
Sementara itu, Clayton Seigle dari Center for Strategic and International Studies menegaskan bahwa China sangat bergantung pada aliran minyak dari kawasan Teluk. Karena itu, kepentingan nasional China mendorong stabilisasi dan de-eskalasi situasi agar aliran minyak tetap aman.
Joint Maritime Information Center melaporkan belum ada indikasi ancaman nyata terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz, dengan kapal-kapal yang terkait AS masih dapat melintas tanpa gangguan.
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur laut tunggal dari Teluk Persia menuju laut lepas, dan sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur ini. Badan Informasi Energi AS menilai Selat Hormuz sebagai titik transit minyak paling penting di dunia.*
(d/j006)
SIMALUNGUN Seorang pria lanjut usia bernama Mula Sirait alias Pak Priska (58) yang dilaporkan hanyut saat menyeberangi jembatan bambu di
PERISTIWA
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Rabu (1/7/2026). IHSG menguat 0,92 persen atau
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Suhardiman Amby sebagai tersangka dalam k
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menggeledah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi Medan terkait penyelidikan dugaan tindak pidana
HUKUM DAN KRIMINAL
LUBUK PAKAM Pembangunan fasilitas Koramil 06 Lubuk Pakam di Kabupaten Deli Serdang pada Tahun Anggaran 2026 menjadi sorotan. Pasalnya, pr
PERISTIWA
MEDAN Peringatan Hari Jadi Kota Medan ke436 berlangsung istimewa dengan kehadiran para wali kota dari berbagai daerah di Indonesia yang
PEMERINTAHAN
ASAHAN Wakil Bupati Asahan Rianto menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kabup
PEMERINTAHAN
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menghadiri pembukaan Asahan Fight Series 3 yang digelar di GOR Kisaran, Senin (29/6/2026) malam
OLAHRAGA
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan menyambut kunjungan Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HK
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat kehidupan demokrasi di Indonesia. Namun, ia menging
NASIONAL