BREAKING NEWS
Rabu, 01 Juli 2026

Dua Hari Dicari, Kakek yang Hanyut di Jembatan Bambu Simalungun Ditemukan Tewas

Johan - Rabu, 01 Juli 2026 19:42 WIB
Dua Hari Dicari, Kakek yang Hanyut di Jembatan Bambu Simalungun Ditemukan Tewas
Tim SAR mengevakuasi korban hanyut di Sungai Bah Toguran, Simalungun. (Foto: dok Kantor SAR Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIMALUNGUN– Seorang pria lanjut usia bernama Mula Sirait alias Pak Priska (58) yang dilaporkan hanyut saat menyeberangi jembatan bambu di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan.

Korban ditemukan pada hari kedua operasi pencarian, sekitar satu kilometer dari lokasi awal diduga terjatuh ke aliran Sungai Bah Tongguran.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan korban ditemukan setelah tim SAR melakukan penyisiran darat dan pemantauan udara menggunakan drone thermal.

Baca Juga:

"Pada hari kedua operasi SAR, tim SAR gabungan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian awal," ujar Hery, Rabu (1/7/2026).

Menurut Hery, proses pencarian sempat mengalami sejumlah kendala. Selain arus sungai yang menyempit di beberapa titik, rimbunnya vegetasi di sepanjang bantaran sungai membuat jarak pandang petugas menjadi terbatas.

Untuk mempercepat pencarian, tim SAR memanfaatkan drone thermal dengan menyisir aliran sungai sejauh sekitar dua kilometer ke arah hilir.

Upaya tersebut membuahkan hasil setelah tubuh korban berhasil terdeteksi melalui pemantauan udara. Tim SAR kemudian mengevakuasi jasad korban dan menyerahkannya kepada pihak keluarga.

Sebelumnya, Mula Sirait dilaporkan hilang saat hendak menuju ladangnya yang berada di seberang Sungai Bah Tongguran, Dusun II Hubuan, Nagori Bosar Galugur, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Korban diduga terjatuh saat menyeberangi jembatan bambu yang menghubungkan permukiman warga dengan area perkebunan.

Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat berangkat menuju ladang menggunakan sepeda motor sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah tidak kunjung pulang hingga sore hari, warga bersama aparat kepolisian melakukan pencarian sebelum akhirnya melibatkan tim SAR gabungan.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jembatan sederhana, terutama ketika kondisi sungai berarus deras atau cuaca kurang bersahabat.* (ds/dh)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Warga Labura Diduga Hanyut Saat Memancing Ditemukan Tewas di Sungai Kualuh
Sempat Hilang Terseret Arus Sungai Wampu, Pelajar di Langkat Ditemukan Tak Bernyawa
Usai Tiga Hari Pencarian, Remaja 16 Tahun yang Hanyut di Sungai Belawan Ditemukan Tak Bernyawa
Hujan Deras Landa Tapteng, Dua Jembatan Darurat Hanyut dan Warga Kembali Mengungsi
Ketika Tanah Bergerak dan Rumah Nyaris Roboh: Kisah Pilu Ama Mawar dan Anak-Anaknya di Nias Selatan
Sekda Aceh Percepat Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir untuk Rehabilitasi Warga
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru