Eks Kadis PMD Samosir Didakwa Korupsi Bantuan Korban Banjir Bandang Rp1,5 Miliar
MEDAN Mantan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Samosir, Fitri Agust KaroKaro, didakwa melakukan tin
HUKUM DAN KRIMINAL
INDIA - Perdana Menteri India Narendra Modi menyerukan masyarakatnya untuk memperkuat ekonomi nasional dengan membeli produk buatan dalam negeri. Ajakan ini disampaikan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang memberlakukan tarif baru terhadap ekspor India.
Berbicara di hadapan ribuan warga di negara bagian Uttar Pradesh, Modi menegaskan pentingnya mendukung produk lokal sebagai langkah mempertahankan stabilitas ekonomi India.
"Ekonomi global sedang diliputi banyak kekhawatiran, suasananya tidak menentu. Sekarang, apapun yang kita beli harus punya satu patokan: hanya beli barang yang dibuat dengan keringat orang India," ujar Modi, Sabtu (2/8/2025).
Tarif Baru AS dan Tanggapan India
Seruan Modi muncul hanya beberapa hari setelah Presiden Trump menetapkan tarif 25 persen terhadap ekspor India ke Amerika Serikat, serta meningkatkan bea masuk dari beberapa negara lain. Kebijakan ini menambah tekanan terhadap perekonomian India yang tengah berupaya memperluas pasar ekspor.
Trump juga mengkritik India karena dianggap menerapkan tarif impor yang tinggi, serta masih menjalin kerja sama strategis dengan Rusia di bidang energi dan pertahanan. Ia bahkan mengancam akan menjatuhkan sanksi tambahan jika India tidak "mengubah sikapnya".
Modi tak menyebut langsung tindakan Amerika, namun menegaskan bahwa India tidak boleh tinggal diam.
"Kepentingan petani kita, industri kecil, dan lapangan kerja bagi anak muda kita adalah yang paling utama," katanya.
"Ketika negara lain sibuk menjaga kepentingan mereka, India juga harus tetap waspada menjaga miliknya sendiri."
Penguatan Gerakan 'Make in India'
Pernyataan Modi ini sekaligus memperkuat inisiatif 'Make in India', kampanye nasional yang sudah diluncurkan sejak masa awal kepemimpinannya. Kampanye tersebut bertujuan mendorong produksi barang dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Namun dalam konteks ketegangan perdagangan global saat ini, seruan tersebut terasa lebih mendesak, terutama karena tantangan yang muncul dari kebijakan proteksionis negara-negara besar seperti Amerika Serikat.
Pemerintah India kini mendorong peningkatan konsumsi domestik dan membuka peluang investasi lokal untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil.*
(kp/j006)
MEDAN Mantan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Samosir, Fitri Agust KaroKaro, didakwa melakukan tin
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Persidangan gugatan perdata yang diajukan Hj. Kana, warga Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara, terhadap SKK Migas dan Pert
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memberikan perhatian khusus kepada dua bersaudara yatim piatu, Rafa
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, meninjau langsung kondisi Jalan Perintis Kemerdekaan di Kecamatan Ga
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Istana Ke
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai memeriksa mantan Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma&039ruf Cahyono, sebagai tersangka k
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (25/6/2026). Dal
NASIONAL
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mengapresiasi bantuan keuangan antardae
NASIONAL
JAKARTA Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang sehat, ny
NASIONAL
DELI SERDANG Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta empat perusahaan galian C yang beroperasi di Kecamatan Galang menghentikan a
PEMERINTAHAN