BREAKING NEWS
Kamis, 09 April 2026

PM Sementara Nepal Sushila Karki Janji Akhiri Korupsi, Didorong Gerakan Gen Z lewat Discord

- Minggu, 14 September 2025 15:01 WIB
PM Sementara Nepal Sushila Karki Janji Akhiri Korupsi, Didorong Gerakan Gen Z lewat Discord
Perdana Menteri sementara Nepal, Sushila Karki (foto: reuters)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
NEPAL - Perdana Menteri sementara Nepal, Sushila Karki, menyampaikan pidato publik pertamanya usai resmi dilantik. Dalam pidatonya, Karki yang diusung oleh gerakan pemuda Gen Z melalui aplikasi Discord, berjanji akan mengakhiri korupsi, memperbaiki tata kelola pemerintahan, dan membangun kesetaraan ekonomi di tengah situasi krisis yang melanda negeri Himalaya tersebut.

"Kita harus bekerja sesuai dengan pemikiran generasi Gen Z," ujar Karki tegas, mengakui bahwa gelombang demonstrasi anak muda menjadi alasan utama ia dipilih sebagai kepala pemerintahan transisi.

Sushila Karki, mantan Ketua Mahkamah Agung berusia 73 tahun, mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang 72 korban jiwa yang meninggal dalam kerusuhan besar selama dua hari sebelumnya. Kerusuhan tersebut adalah yang terburuk sejak berakhirnya perang saudara dan penghapusan monarki Nepal pada 2008. Selain korban tewas, 191 orang terluka dalam protes yang berujung pembakaran sejumlah gedung pemerintahan di kompleks Singha Durbar.

Baca Juga:
Dipilih Gen Z, Tak Niat Jadi PM

Penunjukan Sushila Karki merupakan hasil negosiasi alot antara Presiden Nepal Ram Chandra Paudel, Panglima Angkatan Darat Jenderal Ashok Raj Sigdel, dan perwakilan gerakan pemuda. Gerakan ini sebagian besar terorganisasi melalui Discord, sebuah platform komunitas digital populer di kalangan anak muda.

"Dalam situasi yang saya hadapi ini, saya tidak ingin berada di sini. Nama saya dibawa dari jalanan," ungkap Karki, menegaskan bahwa dirinya tidak mengejar posisi tersebut, tetapi merasa bertanggung jawab untuk menerima mandat rakyat.

Dia menegaskan komitmennya sebagai perdana menteri sementara dan hanya akan menjabat maksimal enam bulan. Selanjutnya, pemerintahan akan dikembalikan ke tangan parlemen hasil pemilu yang akan digelar pada 5 Maret 2026.

"Kami tidak akan tinggal di sini lebih dari enam bulan dalam situasi apa pun, kami akan menyelesaikan tanggung jawab kami dan menyerahkannya kepada parlemen dan menteri berikutnya," ujarnya.

Transisi Damai dan Harapan Baru

Presiden Paudel menyebut pelantikan Karki sebagai solusi damai dari "situasi yang sangat sulit, rumit, dan gawat" yang dihadapi Nepal. Ia menyerukan kepada seluruh rakyat untuk menggunakan momentum ini sebagai kesempatan memperbaiki negara, serta menyukseskan pemilu yang akan datang.

Pemerintah kini mulai melakukan pemulihan fisik, termasuk memasang papan nama baru kantor PM di gedung yang selamat dari pembakaran. Fokus Karki dalam masa singkat ini adalah membangun kepercayaan publik, menstabilkan negara, dan menyiapkan transisi pemerintahan demokratis yang adil.*

(d/j006)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru