Selain Portugal, sejumlah negara seperti Prancis, Inggris, Australia, Malta, Kanada, dan Belgia juga menyatakan komitmennya untuk mengakui kemerdekaan Palestina pada momentum Sidang Umum PBB bulan ini.
Gelombang pengakuan ini menandai perubahan signifikan dalam peta diplomatik global terkait isu Palestina.Namun, langkah ini mendapat penolakan keras dari pemerintah Israel.
Tel Aviv dilaporkan mengancam akan mempercepat pencaplokan wilayah Tepi Barat jika negara-negara Barat melanjutkan pengakuan terhadap Palestina.Menanggapi ancaman Israel, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan agar komunitas internasional tidak tunduk pada tekanan atau intimidasi.
"Kita tidak perlu merasa terintimidasi oleh risiko pembalasan," ujar Guterres, dikutip AFP pada Sabtu (20/9).
"Dengan atau tanpa langkah-langkah ini, tindakan (agresi Israel) akan tetap berlanjut. Setidaknya, kita memiliki peluang untuk memobilisasi tekanan internasional agar hal ini dihentikan."