BREAKING NEWS
Sabtu, 28 Februari 2026

Indonesia Serukan Dunia Hormati Kedaulatan Venezuela Setelah Penangkapan Maduro

Adelia Syafitri - Senin, 05 Januari 2026 10:01 WIB
Indonesia Serukan Dunia Hormati Kedaulatan Venezuela Setelah Penangkapan Maduro
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan penutup mata saat diangkut di kapal USS Iwo Jima menuju New York, diunggah Presiden Amerika Serikat Donald Trump di platform Truth Social pada Sabtu (3/1/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan Venezuela, khususnya setelah serangan militer besar-besaran yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Caracas dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Indonesia meminta komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menentukan masa depan mereka.

Melalui pernyataan resmi yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia pada Senin (5/1/2026), Indonesia mengungkapkan keprihatinannya atas tindakan kekuatan militer yang dilakukan oleh AS, yang dianggap dapat menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional.

Baca Juga:

Kemlu menegaskan, tindakan seperti ini berpotensi mengancam stabilitas kawasan serta melemahkan prinsip-prinsip diplomasi dan kedaulatan.

"Kami menilai penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka. Setiap negara berhak menentukan arah dan masa depan bangsa mereka tanpa campur tangan eksternal," tulis Kemlu dalam keterangan resminya.

Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden yang terjadi pada Sabtu (3/1/2026), saat pasukan militer AS melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela dan menangkap Presiden Maduro.

Tindakan tersebut merupakan puncak dari tekanan berbulan-bulan yang diberikan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Venezuela, dengan tuduhan bahwa Maduro adalah pemimpin yang tidak sah.

Dalam serangan tersebut, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan dibawa ke AS.

Indonesia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas penggunaan kekuatan dalam menyelesaikan masalah internasional, yang menurut Kemlu dapat mengganggu perdamaian global.

Indonesia menyerukan agar semua pihak menahan diri, mengedepankan dialog, dan mematuhi hukum internasional, terutama Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum humaniter internasional yang mengutamakan perlindungan terhadap warga sipil.

Kemlu juga menegaskan bahwa keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama dalam situasi apapun.

Dengan melihat perkembangan ini, Indonesia berkomitmen untuk terus memantau dengan seksama situasi di Venezuela dan akan mengambil langkah-langkah diplomatik yang diperlukan.*

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tensi Mulai Mereda, Presiden Interim Venezuela Undang AS untuk Kerja Sama, Apa yang Diinginkan?
China Desak AS Bebaskan Maduro, Hentikan Upaya Gulingkan Rezim Venezuela
Wali Kota New York Sebut Penangkapan Maduro oleh Trump Sebagai Pelanggaran Hukum Internasional
Dakwaan Narkoba hingga Operasi Militer, Seberapa Legal Penangkapan Maduro?
Trump Tegaskan AS Akan Ambil Alih Industri Minyak Venezuela
Penampakan Terbaru Presiden Venezuela Nicolás Maduro Usai Ditangkap di AS
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru