BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Medvedev Peringatkan Dunia: Berakhirnya Perjanjian Nuklir AS-Rusia Bisa Percepat Jam Kiamat

Adam - Selasa, 03 Februari 2026 08:39 WIB
Medvedev Peringatkan Dunia: Berakhirnya Perjanjian Nuklir AS-Rusia Bisa Percepat Jam Kiamat
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. (Foto: Total Yekaterina Shtukina/POOL/TASS)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan potensi risiko besar jika perjanjian pengendalian senjata nuklir strategis antara Amerika Serikat dan Rusia, New START, dibiarkan berakhir.

Menurut Medvedev, penghentian perjanjian itu bisa mempercepat simbolis "jam kiamat" yang menunjukkan kemungkinan bencana nuklir global.

Dalam wawancara dengan Reuters, Selasa (3/2/2026), Medvedev menegaskan, "Saya tidak ingin mengatakan bahwa ini (mengakhiri perjanjian) langsung berarti perang nuklir akan terjadi, tetapi hal ini tetap harus menjadi perhatian semua pihak."

Baca Juga:

Perjanjian New START ditandatangani pada 2010 oleh Medvedev saat menjabat Presiden Rusia, dan bertujuan membatasi jumlah senjata nuklir strategis yang dimiliki kedua negara.

Kesepakatan tersebut dijadwalkan berakhir pada Kamis mendatang jika Moskow dan Washington tidak mencapai perpanjangan menit terakhir.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan kemungkinan membiarkan perjanjian berakhir, tanpa menerima tawaran Moskow untuk perpanjangan sukarela.

Trump juga sempat menyebut akan merundingkan perjanjian yang "lebih baik" di masa depan.

Medvedev menambahkan, "Waktu terus berjalan dan jelas harus dipercepat," merujuk pada jam kiamat simbolis yang menghitung risiko bencana buatan manusia. Selain itu, Washington mendorong China, pemilik persenjataan nuklir terbesar ketiga di dunia, untuk ikut serta dalam negosiasi pengendalian senjata, namun Beijing menolak.

Analisis pakar menyebut, berakhirnya New START berpotensi memicu perlombaan senjata baru, menambah ketegangan global, dan meningkatkan risiko kesalahan perhitungan strategis antara negara-negara pemilik nuklir utama.

Ancaman yang diperingatkan Medvedev menyoroti pentingnya diplomasi dan dialog terbuka dalam mencegah eskalasi konflik nuklir global, khususnya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Rusia.*

(d/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pantai Ujung Batu Memakan Korban, Tiga Anak Meninggal Akibat Ombak Besar
Rumah Mantan Menteri KLHK Siti Nurbaya Digeledah Kejagung, Diduga Terkait Dugaan Korupsi Industri Sawit
Indonesia Gandeng China Kembangkan Proyek Baterai Mobil Listrik Rp 133 Triliun, Target Jadi Ekosistem Kedua Terbesar Dunia
Anak 6 Tahun Tewas dalam Perampokan di Boyolali, Pelaku Dibekuk Polisi Kurang dari 24 Jam
Bupati Batu Bara Gerakkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara dan Petani Hempang Aliran Sungai Ramunia, Atasi Kekeringan Persawahan Mas
Ketua Baru IJEN Tapsel, Andi Hakim Nasution Komitmen Perkuat Profesionalisme Wartawan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru