Dari Timur Tengah, sejumlah negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, dan Turkiye bergabung sebagai anggota pendiri.
Kehadiran mereka dipandang sebagai langkah pragmatis untuk tetap terlibat dalam skema rekonstruksi Gaza sekaligus menjaga hubungan strategis dengan Washington.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto turut menghadiri KTT tersebut. Selain Indonesia, sejumlah negara Asia Tengah seperti Kazakhstan dan Uzbekistan juga hadir, bersama Pakistan sebagai satu-satunya wakil Asia Selatan.
Menurut estimasi PBB, biaya pembangunan kembali Gaza dapat mencapai 70 miliar dolar AS.
Dengan mandat yang kini diperluas melampaui konflik Israel–Palestina, Dewan Perdamaian berpotensi menjadi instrumen diplomasi global baru—atau justru memicu fragmentasi tata kelola internasional yang sudah ada.*