BREAKING NEWS
Kamis, 19 Februari 2026

Dewan Perdamaian Trump: Ambisi Global atau Tandingan PBB?

Adam - Kamis, 19 Februari 2026 11:55 WIB
Dewan Perdamaian Trump: Ambisi Global atau Tandingan PBB?
Presiden AS Donald Trump menandatangani piagam Dewan Perdamaian di Davos. (Foto: Dok/white house )
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

WASHINGTON, D.C. — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana "Board of Peace" atau Dewan Perdamaian di Washington, Kamis, 19 Februari 2026.

Forum internasional bentukan Trump itu diklaim akan menjadi kendaraan baru untuk rekonstruksi Gaza sekaligus penyelesaian konflik global.

Dalam pertemuan tersebut, Amerika Serikat diperkirakan mengumumkan komitmen dana sebesar 5 miliar dolar AS untuk mendukung pembangunan kembali Gaza.

Baca Juga:

Dewan juga akan membahas pembentukan "Pasukan Stabilisasi Internasional" guna mengawasi keamanan wilayah tersebut, sejalan dengan rencana 20 poin pemerintahan Trump untuk mengakhiri perang Israel–Palestina.

Trump, yang menjabat sebagai ketua tanpa batas waktu, menyebut Dewan Perdamaian berpotensi menjadi badan internasional paling berpengaruh dalam sejarah. Forum ini pertama kali diperkenalkan di sela pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Januari lalu.

Namun, inisiatif tersebut menuai kontroversi. Sejumlah pengamat menilai mandat dewan terlalu luas dan berpotensi menyaingi peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kritik juga mencuat setelah Trump menawarkan kursi kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang sama-sama menghadapi sorotan hukum internasional. Sejauh ini, Netanyahu menerima tawaran tersebut.

Eropa Terbelah

Gedung Putih mengundang 50 negara untuk bergabung. Sebanyak 35 pemimpin menyatakan minat, dan 26 negara tercatat sebagai anggota pendiri. Namun, Uni Eropa memilih menjaga jarak.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menolak hadir, diikuti sejumlah negara besar seperti Prancis, Jerman, Inggris, dan Spanyol yang tidak bergabung sebagai anggota.

Sebaliknya, Hungaria dan Bulgaria memutuskan menjadi anggota. Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban hadir langsung dalam forum tersebut. Beberapa negara Eropa lain mengirim perwakilan sebagai pengamat.

Timur Tengah dan Asia Bergabung

Dari Timur Tengah, sejumlah negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, dan Turkiye bergabung sebagai anggota pendiri.

Kehadiran mereka dipandang sebagai langkah pragmatis untuk tetap terlibat dalam skema rekonstruksi Gaza sekaligus menjaga hubungan strategis dengan Washington.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto turut menghadiri KTT tersebut. Selain Indonesia, sejumlah negara Asia Tengah seperti Kazakhstan dan Uzbekistan juga hadir, bersama Pakistan sebagai satu-satunya wakil Asia Selatan.

Menurut estimasi PBB, biaya pembangunan kembali Gaza dapat mencapai 70 miliar dolar AS.

Dengan mandat yang kini diperluas melampaui konflik Israel–Palestina, Dewan Perdamaian berpotensi menjadi instrumen diplomasi global baru—atau justru memicu fragmentasi tata kelola internasional yang sudah ada.*

(k/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Antam Naik Rp4.000, Kini Rp2,916 Juta per Gram Kamis Ini
IHSG Awal Sesi Kamis Tembus 8.340, Net Foreign Buy Capai Rp1,44 Triliun
85 Negara PBB Bersatu Kutuk Israel, Tepi Barat Jadi Sorotan Dunia
Membangun Generasi Disiplin, Satgas Damai Cartenz 2026 Latih Baris-Berbaris Siswa SD Dondobaga di Papua
Hadiri Sidang DK PBB di New York, Menlu Sugiono Tegaskan Komitmen Indonesia untuk Perdamaian Palestina
FGD CeLA Moestopo Angkat Isu Penangkapan Presiden Venezuela, Rekomendasikan Sikap Diplomatik ke Kemlu RI
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru