BREAKING NEWS
Senin, 23 Februari 2026

Menlu Sugiono Soroti Akses Makan Bergizi dan Layanan Kesehatan di Sidang HAM PBB

Adelia Syafitri - Senin, 23 Februari 2026 17:55 WIB
Menlu Sugiono Soroti Akses Makan Bergizi dan Layanan Kesehatan di Sidang HAM PBB
Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono. (Foto: Dok. Kementerian Luar Negeri)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JENEWA, SWISSMenteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menekankan pentingnya memperluas akses makan bergizi dan layanan kesehatan dalam Sidang High-Level Segment (HLS) sesi ke-61 Dewan Hak Asasi Manusia (DHAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin (23 Februari 2026).

Dalam pernyataannya, Sugiono menyatakan, pemenuhan hak asasi manusia dimulai dari peningkatan martabat dan kualitas hidup sehari-hari.

"Ketika anak-anak dapat belajar tanpa rasa lapar, keluarga dapat mengakses layanan kesehatan, masyarakat merasa aman, dan kesempatan berada dalam jangkauan yang sama, hak-hak fundamental dapat terpenuhi," ujar Sugiono.

Baca Juga:

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia tengah melakukan transformasi nasional untuk mewujudkan keadilan sosial.

Sugiono menekankan bahwa memperluas akses terhadap makanan bergizi, layanan kesehatan, perumahan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi bukan sekadar kebijakan, tetapi perwujudan hak-hak dasar warga negara.

Selain itu, Indonesia sedang memajukan generasi keenam Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia sebagai upaya memperkuat implementasi HAM secara berkelanjutan.

Langkah ini mencakup koordinasi lintas kementerian, peningkatan akuntabilitas, serta kolaborasi erat dengan institusi HAM nasional dan internasional.

Dewan HAM PBB sendiri merupakan badan PBB yang bertugas memajukan dan melindungi isu HAM global. Dewan ini beranggotakan 47 negara dengan masa keanggotaan tiga tahun.

Indonesia telah enam kali menjadi anggota dan dua kali dipercaya sebagai Wakil Presiden Dewan HAM PBB pada 2009 dan 2024. Sebelumnya, Indonesia juga pernah menjabat Ketua Komisi Hak Asasi Manusia PBB pada 2005.*

(k/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Tidak Perlu Bayar Iuran US$1 Miliar ke Board of Peace, Ini Alasannya
Bocor! Biaya Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Ternyata Ditopang Negara dan Swasta, Menlu Ungkap Detailnya
Menlu Sugiono: Belum Ada Keputusan Soal Sosok Wakil Komandan ISF dari Indonesia
Menlu Pastikan Pasukan Indonesia di Gaza Hanya Lindungi Sipil, Tak Ada Operasi Militer
Presiden Prabowo Dukung 20 Poin Perdamaian Gaza Trump, Berikut Isi Lengkapnya!
Trump Ultimatum Iran: Capai Kesepakatan Nuklir dalam 2 Minggu atau “Hal Buruk” Terjadi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru