JAKARTA – Pendiri Microsoft, Bill Gates, mengakui pernah memiliki hubungan dengan dua perempuan asal Rusia saat masih menikah dengan Melinda French Gates.
Ia juga meminta maaf kepada staf Yayasan Gates atas keterlibatannya di masa lalu dengan terpidana kasus kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.
Pengakuan itu disampaikan Gates dalam pertemuan internal (town hall) bersama karyawan yayasan pada Selasa (24/2/2026), seperti dilaporkan The Wall Street Journal.
Pertemuan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar dua kali setahun, untuk membahas isu yayasan dan menjawab pertanyaan staf.
Dalam forum itu, Gates membahas sejumlah topik, termasuk dokumen Epstein yang baru dirilis, pekerjaan yayasan di bidang kecerdasan buatan, serta program kesehatan global.
Dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS memuat draf email lama Epstein yang menuduh Gates tertular penyakit menular seksual dari seorang "perempuan Rusia".
Juru bicara Gates sebelumnya membantah klaim itu sebagai "sangat tidak masuk akal dan sepenuhnya salah".
Namun dalam pertemuan internal terbaru, Gates mengakui telah menjalin hubungan dengan seorang pemain bridge asal Rusia yang dikenalnya di acara bridge, serta seorang fisikawan nuklir Rusia melalui kegiatan bisnis.
Ia menegaskan tidak pernah berinteraksi dengan korban atau perempuan-perempuan yang berada di lingkaran Epstein.
Gates menyebut menghabiskan waktu bersama Epstein sejak pertama kali bertemu pada 2011 hingga 2014 sebagai "kesalahan besar", beberapa tahun setelah Epstein terbukti bersalah atas tuduhan prostitusi anak di bawah umur.
Gates menegaskan tidak pernah menginap bersama Epstein maupun mengunjungi pulau pribadinya.
"Ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai dan tujuan yayasan. Pekerjaan kami sangat sensitif terhadap reputasi. Orang bisa memilih untuk bekerja sama dengan kami atau tidak," kata Gates, yang juga menyampaikan permohonan maaf kepada mereka yang ikut terseret akibat keputusannya.
Menurut Gates, hubungannya dengan Epstein awalnya dilandasi niat mencari dukungan donasi untuk kegiatan filantropi, terutama di bidang kesehatan global.
Namun, pengakuannya menyadari bahwa ia gagal memeriksa latar belakang Epstein secara memadai, meskipun mengetahui pembatasan perjalanan yang dikenakan terhadap Epstein selama 18 bulan.
Gates menambahkan, mantan istrinya, Melinda, sejak awal skeptis terhadap Epstein.
"Fakta ini membuat situasi seratus kali lebih buruk, bukan hanya terkait kejahatan masa lalu Epstein, tetapi juga dugaan perilaku buruk yang terus berlangsung," ujarnya.*