BREAKING NEWS
Jumat, 27 Februari 2026

Indonesia Pantau Ketegangan Pakistan-Afghanistan, WNI Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Adam - Jumat, 27 Februari 2026 18:11 WIB
Indonesia Pantau Ketegangan Pakistan-Afghanistan, WNI Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela. (Foto: memoindonesia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah Indonesia menyerukan deeskalasi dan penyelesaian damai menyusul meningkatnya ketegangan militer antara Pakistan dan Afghanistan.

Bentrokan terbaru terjadi di sepanjang perbatasan, setelah Pakistan melancarkan serangan ke Kabul dan Kandahar pada Kamis malam, 26 Februari 2026.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil, termasuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik.

Baca Juga:

"Indonesia berharap kedua negara dapat menyelesaikan permasalahan secara damai, mengedepankan dialog, dan melakukan deeskalasi," ujar Nabyl, Jumat (27/2/2026).

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa berdasarkan catatan KBRI Kabul, jumlah WNI di Afghanistan tercatat sebanyak 43 orang, termasuk 15 keluarga besar staf KBRI. Semua WNI dilaporkan dalam kondisi aman.

"KBRI Kabul telah mengimbau seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi perjalanan ke luar domisili, menghindari instalasi pemerintahan dan pusat keramaian, serta terus menjalin komunikasi dengan KBRI," jelas Heni.

Konflik ini terjadi setelah Pakistan menyebut serangan mereka sebagai respons atas "serangan tanpa provokasi" dari pihak Afghanistan, sementara Taliban Afghanistan menegaskan operasi militer besar-besaran tersebut sebagai balasan atas serangan sebelumnya yang menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk warga sipil.

Bentrok terbaru menyebabkan penutupan perlintasan perbatasan Torkham dan penghentian sementara repatriasi warga Afghanistan.

Kedua negara saling mengklaim menimbulkan kerugian besar terhadap pihak lawan, termasuk korban jiwa di pihak militer.

Indonesia menegaskan komitmen untuk memantau perkembangan situasi, melindungi WNI, dan mendorong penyelesaian konflik secara damai.*

(mt/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tingginya Minat WNA dan Anak Perkawinan Campuran Menjadi WNI, Dirjen AHU: Status WNI Bukan Hak Otomatis, Tapi Kehormatan Tinggi
Kemlu Pastikan 481 WNI di Meksiko Aman, Siapkan Rencana Kontinjensi Pasca Kekerasan Kartel
Ledakan Bom dan Baku Tembak di Pakistan Tewaskan 17 Orang, Polisi dan Warga Sipil Jadi Korban
Presiden Prabowo Terima Kunjungan KSAU Pakistan di Istana Kepresidenan
Panglima TNI Terima Kepala Staf AU Pakistan, Perkuat Diplomasi Militer Indo-Pasifik
ISIS Klaim Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Islamabad yang Tewaskan 31 Orang, Putin Kutuk Tindakan ‘Biadab’
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru