BREAKING NEWS
Senin, 16 Maret 2026

Bantah Angkatan Laut Telah Lumpuh, Iran Tantang Trump: Kalau Berani, Kirim Kapal Perang ke Perairan Teluk Persia!

Abyadi Siregar - Senin, 16 Maret 2026 16:06 WIB
Bantah Angkatan Laut Telah Lumpuh, Iran Tantang Trump: Kalau Berani, Kirim Kapal Perang ke Perairan Teluk Persia!
Kapal Induk USS Gerald R Ford yang Dikerahkan AS bantu Israel. (Foto: VIA REUTERS/U.S. NAVAL FORCES CENTRAL COMMAN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TEHERAN Iran dengan tegas membantah klaim Amerika Serikat (AS) yang menyebutkan bahwa angkatan laut mereka telah dilumpuhkan.

Juru Bicara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini, menanggapi pernyataan tersebut dengan tantangan terbuka kepada Presiden AS Donald Trump untuk mengirimkan kapal-kapalnya ke Teluk Persia.

Baca Juga:
"Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah pengelolaan Angkatan Laut IRGC, dan Iran memiliki kedaulatan penuh atas wilayah tersebut," kata Naini dalam pernyataannya yang disampaikan kepada Anadolu Agency pada Senin (16/3/2026).

Naini juga menanggapi klaim Trump mengenai hancurnya kekuatan militer Iran, menantang AS untuk mengirimkan kapal perangnya ke perairan Timur Tengah sebagai pembuktian klaim tersebut.

Juru bicara IRGC tersebut melanjutkan, "Bukankah Trump mengatakan bahwa dia telah menghancurkan Angkatan Laut Iran? Jadi, jika dia berani, dia bisa mengirim kapal-kapalnya ke wilayah Teluk Persia," ujar Naini dengan nada tantangan.

Lebih lanjut, Naini mengungkapkan bahwa Iran sudah meluncurkan sekitar 700 rudal dan 3.600 drone yang menyasar target-target milik AS dan Israel.

Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan mundur dalam menghadapi agresi dan akan terus melakukan serangan terhadap lawan mereka.

Ketegangan antara Iran dan AS semakin meningkat sejak serangan gabungan yang diluncurkan oleh Israel dan AS pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam aksi balasan, Iran melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Selain serangan udara, Iran juga telah mengambil langkah drastis dengan menutup jalur perdagangan vital di Selat Hormuz, salah satu rute pengiriman energi paling penting di dunia, sejak awal Maret 2026.

Tindakan ini menambah ketegangan lebih lanjut di kawasan yang telah lama menjadi titik fokus geostrategis antara kekuatan besar dunia.

Naini menegaskan bahwa peperangan ini hanya akan berakhir apabila pihak lawan mengakui kekuatan militer dan daya tangkal yang dimiliki Iran.

"Kami berupaya untuk menghukum agresor dan akan terus melanjutkan serangan berat serta destruktif kami terhadap musuh," tegas Naini.

Ia juga menambahkan bahwa Iran akan mempertahankan setiap inci wilayah perairan yang menjadi hak kedaulatan negara mereka.

Baca Juga:

Perang ini, yang melibatkan kekuatan besar seperti AS, Israel, dan Iran, memperlihatkan dampak besar pada situasi geopolitik dan ekonomi dunia, dengan kawasan Timur Tengah menjadi episentrum dari ketegangan yang tak kunjung reda.*


(km/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Respon Instruksi Prabowo Soal Penghematan BBM, Gubernur Bobby Nasution Siap Terapkan Sistem WFH dan WFA
Prabowo Yakin Indonesia Bisa Mempengaruhi BoP untuk Solusi Dua Negara Palestina
Trump Beri Peringatan Keras ke NATO dan China, Blokade Selat Hormuz Bisa Ganggu Stabilitas Energi Dunia
Kondisi Sungai Batangtoru Memburuk, Tradisi Marpangir dan Mamasu Dahanon Terancam Hilang
Tegas dan Mematikan: Iran Siap Lanjutkan Perburuan Netanyahu Hingga Mati
Menjaga Harmoni, Bhabinkamtibmas Sumerta Kauh Sambang Yayasan Nurussalam Jelang Nyepi dan Idul Fitri
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru