Jelang Mudik Lebaran 2026, Ini Tips Keamanan dari Kasat Lantas Medan
MEDAN Menjelang arus mudik Lebaran, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polrestabes Medan, AKBP I Made Parwita, mengingatkan masyara
NASIONAL
NTT -Sebanyak 20 orang anggota Provos Polda NTT menggeruduk rumah Ipda Rudy Soik di RT 17, RW 05, Kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, pada Senin (21/10/2024). Kehadiran mereka bertujuan untuk menjemput paksa Rudy yang sedang terlibat dalam kasus penyelidikan terkait bahan bakar minyak (BBM) ilegal.
Pantauan di lokasi, tiga mobil dari Bidpropam Polda NTT terparkir di halaman depan rumah Rudy, sementara dialog berlangsung antara Rudy dan petugas. Situasi menjadi tegang ketika sejumlah anggota keluarga Rudy berusaha menghalangi petugas dan meminta mereka untuk meninggalkan rumah tersebut. Suasana semakin histeris ketika para wanita di sekitar rumah Rudy mengekspresikan kepanikan dan penolakan terhadap penjemputan tersebut.
“Bapak Kapolri, inilah kondisi di Polda NTT. Ketika saya mengajukan hal-hal yang benar dalam proses penyelidikan (BBM),” ungkap Rudy saat diwawancarai detikBali. Ia menekankan bahwa ini adalah pertama kalinya Polda NTT melakukan penggeledahan di rumahnya.
Menurut Rudy, penahanan yang ingin dilakukan Polda NTT berdasar pada surat perintah yang menyatakan bahwa ia akan dibawa untuk ditahan selama 14 hari. Namun, Rudy telah mengajukan keberatan, yang menurut aturan, harus dibalas oleh Kapolda NTT dalam waktu 30 hari. “Sekarang sudah lewat 30 hari, mereka minta saya untuk ditahan dengan dalih yang tidak jelas. Saya merasa ini adalah bentuk kriminalisasi,” jelas Rudy dengan tegas.
Rudy juga mengungkapkan bahwa dirinya sebelumnya telah menerima intimidasi dan teror dari sejumlah pria berbadan kekar yang menutupi wajah. Ia melaporkan bahwa mereka datang untuk memasang drone dan memantau aktivitasnya. “Saya tegaskan, saya bukan pelaku asusila, narkoba, dan korupsi, maupun pidana apa pun,” tegas Rudy di hadapan para provos.
Ia meminta agar segera dibentuk tim independen untuk mengungkap praktik mafia BBM di Kota Kupang, sambil mengungkapkan bahwa ia hanya ingin memperjuangkan haknya. “Mau ditembak mati pun saya tidak akan ikut (untuk ditahan),” pungkas Rudy dengan penuh semangat.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berada di lokasi, sementara Rudy tetap kukuh menolak untuk ditahan. Situasi di rumahnya tetap tegang, dengan keluarganya yang terus berusaha membela dan melindungi Rudy dari penangkapan yang dianggap tidak adil ini.
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan keadilan dalam penegakan hukum di NTT, terutama dalam konteks penyelidikan kasus BBM ilegal yang melibatkan berbagai pihak. Masyarakat pun menunggu perkembangan selanjutnya dari kasus ini, termasuk respon dari pihak kepolisian dan pemerintah setempat.
(N/014)
MEDAN Menjelang arus mudik Lebaran, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polrestabes Medan, AKBP I Made Parwita, mengingatkan masyara
NASIONAL
JAKARTA Menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah, BPJS Kesehatan memastikan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak perl
KESEHATAN
JAKARTA Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis hak asasi manusia, Andrie Yunus
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih, mendorong adanya sinkronisasi antara aturan sekolah dan kebijakan pemerintah mengenai p
PENDIDIKAN
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Senin (16/3/2026). Pada pembukaan sesi pertama, IHS
EKONOMI
JAKARTA Wakil Presiden ke10 dan ke12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), memberikan peringatan terkait dampak negatif dari defisit A
POLITIK
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons klaim mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, yang menyatakan tidak menerima sep
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Senin (16/3/2026), terdepresiasi sebesar
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali terkoreksi pada perdagangan Senin (16/3/2026) pagi. Penurunan ini membu
EKONOMI
JEMBRANA, BALI Kemacetan parah hingga 32 kilometer mengular menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Minggu (15/3/2026
PERISTIWA