BREAKING NEWS
Sabtu, 27 Juni 2026

AS Balas Serangan Iran di Selat Hormuz, Gencatan Senjata Terancam Runtuh

Nurul - Sabtu, 27 Juni 2026 09:44 WIB
AS Balas Serangan Iran di Selat Hormuz, Gencatan Senjata Terancam Runtuh
Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan pada Kamis (7/5). (Foto: Pool via WANA (West Asia News Agency)/ via REUTERS)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

WASHINGTON DC – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah kedua negara saling melancarkan serangan militer. Eskalasi terbaru ini memicu kekhawatiran terhadap nasib kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati sebagai langkah awal menuju perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan militer yang dilakukan Washington merupakan respons atas dugaan serangan Iran terhadap sebuah kapal kargo yang melintas di Selat Hormuz. AS menilai aksi tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Dalam keterangannya, CENTCOM menyebut pasukan AS menargetkan sejumlah fasilitas militer Iran, termasuk lokasi penyimpanan rudal, drone, serta radar pesisir yang disebut digunakan dalam operasi militer.

Baca Juga:

"Respons tegas terhadap serangan terhadap kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM, Sabtu (27/6/2026).

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan terdengar ledakan di kawasan dermaga Taherouyeh, Kota Sirik, pada Jumat (26/6) malam waktu setempat. Seorang sumber militer setempat menyebut ledakan tersebut dipicu oleh hantaman proyektil.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam dugaan serangan drone Iran terhadap kapal kargo dan menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap perjanjian gencatan senjata.

"Ini adalah pelanggaran bodoh terhadap perjanjian gencatan senjata kita," kata Trump.

Wakil Presiden AS JD Vance juga memperingatkan bahwa setiap aksi militer lanjutan dari Iran akan dibalas dengan kekuatan yang sama.

Tak lama berselang, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan serangan balasan dengan menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk sebagai respons atas operasi militer Washington.

IRGC menegaskan pihaknya akan meningkatkan respons apabila Amerika Serikat kembali melancarkan serangan.

Perkembangan terbaru ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia, sekaligus mengancam kelanjutan proses negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak Februari 2026.* (d/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bahlil Ungkap Rahasia RI Tetap Aman Saat Perang AS-Iran, Diversifikasi Minyak Jadi Kunci
Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Dunia Tunggu Dampaknya terhadap Pasokan Minyak Global
Rupiah Tertekan ke Rp17.859 per Dolar AS, Sentimen AS-Iran dan The Fed Jadi Beban Pasar
Beiranvand Tampil Sempurna, Belgia Frustrasi dan Gagal Taklukkan Iran di Piala Dunia 2026
Selat Hormuz Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Justru Terkoreksi Tajam di Tengah Ketegangan Iran–AS
Iran Kembali Guncang Jalur Minyak Dunia, Klaim Tutup Selat Hormuz Langsung Dibantah AS
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru