BREAKING NEWS
Sabtu, 26 September 2026

Israel Disebut Akan Mundur dari Gaza Setelah Pelucutan Senjata Terverifikasi, Ini Syaratnya

Administrator - Senin, 10 Agustus 2026 10:56 WIB
Israel Disebut Akan Mundur dari Gaza Setelah Pelucutan Senjata Terverifikasi, Ini Syaratnya
Kepala Staf IDF Eyal Zamir (kanan) berbicara dengan Komandan Komando Selatan, Mayor Jenderal Yaniv Asor, di Gaza pada 24 September 2025. (foto: IDF/longwarjournal.org)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

GAZA — Utusan utama Board of Peace (BoP) untuk Gaza, Palestina, Nickolay Mladenov, mengatakan Israel akan mundur dari Jalur Gaza apabila proses pelucutan senjata di wilayah tersebut telah dilakukan dan dapat diverifikasi.

Pernyataan itu disampaikan Mladenov pada Ahad, 9 Agustus 2026.

Ia mengatakan mekanisme tersebut menjadi bagian dari peta jalan yang bertujuan memastikan Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi keamanan Israel.

Baca Juga:

Peta jalan tersebut bertujuan "untuk memastikan bahwa Gaza tidak akan pernah lagi menjadi ancaman bagi keamanan Israel agar kejadian sebelum 7 Oktober tidak terulang kembali," ujar Mladenov kepada Channel 12 Israel.

Menurut Mladenov, penarikan pasukan Israel tidak akan dilakukan sebelum terdapat langkah konkret dan terverifikasi terkait pelucutan senjata di lapangan.

"Tidak ada pihak yang diwajibkan melakukan apa pun - terutama Israel - sebelum kita benar-benar memiliki langkah - langkah terverifikasi di lapangan," jelasnya, dikutip dari Anadolu pada 10 Agustus.

"Jika ada penonaktifan senjata yang terverifikasi - di mana senjata-senjata itu diambil dari berbagai faksi, disimpan, dan pada akhirnya dibuat tidak dapat digunakan lagi - maka Israel akan mundur dari Gaza," klaimnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan penolakannya terhadap peta jalan 15 poin yang diusulkan Board of Peace untuk menjalankan tahap kedua rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump bagi Gaza.

Netanyahu menegaskan pasukan Israel hanya akan mundur apabila Hamas telah dilucuti senjatanya.

Mladenov mengatakan peta jalan tersebut bertumpu pada tiga elemen utama.

Pertama, pelucutan senjata secara total di Gaza.

Kedua, pengalihan tanggung jawab pemerintahan wilayah tersebut kepada Board of Peace melalui komite nasional Palestina.

Ketiga, pengerahan pasukan keamanan internasional untuk memverifikasi pelaksanaan kesepakatan.

Peta jalan yang diterbitkan pada 31 Juli tersebut sebelumnya menyerukan pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel secara bertahap serta paralel.

Namun, Mladenov mengatakan Israel tidak diwajibkan langsung mundur sebelum proses pelucutan senjata yang konkret dan dapat diverifikasi terlaksana di lapangan.

Mladenov juga mengatakan peta jalan tersebut tidak mengharuskan Israel mundur dari posisi mereka saat ini di sepanjang "Yellow Line" pada tahap awal.

"Yang kami minta adalah agar IDF (pasukan Israel) tidak menempatkan pasukan lebih jauh dari Yellow Line, karena Yellow Line tersebut telah disepakati dalam rencana komprehensif itu," ujarnya.

"Jadi, kami ingin mereka tetap berada di posisi tersebut dan memastikan mereka tidak menembaki orang-orang kecuali jika orang-orang itu merupakan ancaman nyata bagi tentara Israel," tandasnya.

Menurut Mladenov, penarikan pasukan Israel nantinya akan dilakukan secara bertahap berdasarkan wilayah.

Pasukan Israel akan mundur dari suatu wilayah setelah proses pelucutan senjata di wilayah tersebut dinyatakan selesai dan terverifikasi.

Proses tersebut kemudian berlanjut dari satu wilayah ke wilayah lainnya hingga pasukan Israel akhirnya mencapai pagar pembatas yang mengelilingi Jalur Gaza.

Mladenov menegaskan peta jalan tersebut tidak menghilangkan hak Israel untuk merespons ancaman langsung terhadap pasukannya.

Karena itu, proses pelaksanaan kesepakatan dapat ditangguhkan apabila terdapat kondisi yang dianggap membahayakan.

Ia mengatakan proses juga akan dihentikan dan tidak dilanjutkan ke tahap berikutnya apabila komitmen yang telah disepakati tidak dipenuhi.

Hal serupa berlaku apabila anggota Hamas kembali melakukan pelatihan atau mempersenjatai diri.

Mladenov memperkirakan penghancuran seluruh jaringan terowongan di Gaza dengan kecepatan saat ini dapat memakan waktu "lebih dari satu dekade".

Untuk mempercepat proses tersebut, Board of Peace disebut sedang mempertimbangkan penggunaan mesin dan kontraktor.

Dengan mekanisme tersebut, penarikan pasukan Israel dari Gaza akan dikaitkan secara langsung dengan kemajuan pelucutan senjata dan verifikasi di lapangan.

Pelaksanaan peta jalan ini masih menghadapi tantangan, termasuk penolakan dari pihak Israel terhadap sejumlah aspek rencana yang ditawarkan Board of Peace.* (vo/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pendiri Sekolah Harapan Ibu Prihatin Temuan Ratusan Senjata, Yayasan Minta Sekolah Disterilisasi
Polda Metro Jaya Dalami Asal-usul 995 Senjata di Sekolah, Mantan Ketua Yayasan Dipanggil Pekan Depan
Ratusan Senjata, Narkoba dan CD Pornografi Ditemukan di Sekolah, Ini Respons Menteri PPPA
Komisi III DPR Soroti Kematian Mantan Istri Anggota Polri di Medan, Polda Sumut dan Keluarga Dipanggil Selasa
Hampir 1.000 Senjata Ditemukan di Sekolah, Ternyata Cuma 1 yang Asli
Kronologi Penangkapan 2 Warga Terkait Pidato Prabowo soal Nuklir Iran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru