BREAKING NEWS
Minggu, 13 September 2026

Berada di Cincin Api tapi Simpan Mineral Kritis dan Hutan Bernapas, Prabowo Sebut Indonesia Justru Jadi Modal Penting Abad Hijau

Johan - Minggu, 13 September 2026 15:58 WIB
Berada di Cincin Api tapi Simpan Mineral Kritis dan Hutan Bernapas, Prabowo Sebut Indonesia Justru Jadi Modal Penting Abad Hijau
Presiden Prabowo Subianto dalam sesi pertemuan Konferensi KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026). (Foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NEW DELHI - Presiden Prabowo Subianto menyoroti posisi Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api saat menghadiri KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026). Kondisi tersebut membuat Indonesia menghadapi berbagai risiko bencana, termasuk aktivitas gunung berapi dan cuaca ekstrem.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya negara-negara BRICS mengubah berbagai kerentanan menjadi peluang dan kekuatan. Menurutnya, ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan harus diarahkan untuk membangun perekonomian yang lebih kuat dan adil serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Ketahanan kita harus memberikan manfaat bagi rakyat kita dan untuk memberikan manfaat bagi rakyat kita, kita harus mampu mengubah kerentanan kita menjadi peluang. Kelemahan kita menjadi kekuatan," ujar Prabowo.

Baca Juga:

Prabowo mengatakan Indonesia memahami berbagai tantangan tersebut karena merupakan negara kepulauan yang berada di kawasan Cincin Api yang aktif. Selain aktivitas gunung berapi, Indonesia juga menghadapi persoalan kenaikan permukaan laut dan cuaca ekstrem sebagai dampak perubahan iklim.

Di sisi lain, Prabowo menilai Indonesia memiliki kekayaan daratan dan lautan yang dapat menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan masa depan. Kekayaan tersebut mencakup mineral kritis, tanah jarang, sumber daya terbarukan untuk teknologi bersih dan teknologi tinggi, serta hutan.

"Daratan dan lautan kita juga menyimpan banyak hal yang akan menjadi landasan bagi masa depan. Mineral kritis, tanah jarang, sumber daya terbarukan untuk teknologi bersih dan teknologi tinggi, serta hutan yang bernapas bagi dunia. Hal yang sama juga berlaku di seluruh BRICS," tuturnya.

Menurut Prabowo, negara-negara BRICS secara bersama-sama memiliki porsi besar atas mineral kritis dan sumber daya energi dunia. Potensi tersebut, kata dia, dapat menjadi salah satu fondasi untuk membangun abad hijau.

Prabowo juga menekankan bahwa bencana tidak seharusnya hanya dipandang sebagai peristiwa yang harus ditangani setelah terjadi. Menurutnya, ketahanan terhadap perubahan iklim memiliki kaitan erat dengan pembangunan nasional.

"Kita memiliki segala sesuatu yang menjadi landasan bagi abad hijau. Itulah sebabnya, ketika bencana melanda, kita harus melihatnya sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar bencana. Kita harus melihat keterkaitan erat antara ketahanan terhadap perubahan iklim dan pembangunan nasional," kata Prabowo.

Dia mengatakan Indonesia, negara-negara anggota BRICS, dan negara-negara Global South menghadapi berbagai tantangan yang serupa dan saling berkaitan. Karena itu, Prabowo mendorong kerja sama yang lebih kuat dengan menyatukan sumber daya, kapasitas produktif, kemampuan teknologi, dan pasar.

"Ketika kita menghadapi tantangan-tantangan ini secara bersama-sama, kita juga menyatukan sumber daya, kapasitas produktif, kemampuan teknologi, dan pasar dalam jumlah yang sangat besar," ujarnya.

"Satukan semuanya, dan BRICS dapat memberikan perbedaan yang nyata dan penting bagi dunia. Oleh karena itu, langkah pertama adalah mengakui nilai dari apa yang kita miliki dan menggunakan kekuatan ini untuk saling membantu," lanjut Prabowo.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tegas di KTT BRICS! Prabowo Nyaring Suarakan Indonesia Tak Mau Didikte Kekuatan Asing: Kita Harus Tangguh!
PSI Ungkap Alasan Rocky Gerung 'Lunak' ke Prabowo: Bukan Tersandera, tapi Memang Tak Suka Jokowi!
Boleh Utang Demi Berangkat Haji? MUI Beri Lampu Hijau Asal Bebas Riba dan Punya Kemampuan Melunasi
Ramal AHY Presiden 2029 Lewat Skenario Prabowo Mundur, Cuitan Dokter Tifa Soal 'Dewan Jenderal' & Perang Dunia III Bikin Geger
Sepanjang 2026, Investor Asing Sudah Kabur dari Bursa Indonesia dengan Jual Bersih Rp71,4 Triliun, IHSG Sepekan Ikut Melemah
IMT-GT ke-32 Sukses Digelar: Sumut Tawarkan Proyek Investasi Triliunan, Forum Sumatera 10 Mengemuka
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru