BREAKING NEWS
Jumat, 25 September 2026

Ini Alasan Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Pidato di Sidang PBB

Dharma - Jumat, 25 September 2026 22:16 WIB
Ini Alasan Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Pidato di Sidang PBB
Delegasi Indonesia walk out saat giliran Perdana Menteri Israel Netanyahu akan berpidato di Debat Umum Sidang Majelis Umum Ke-81 Perserikatan Bangsa (PBB), Kamis (24/9/2026). (Foto: Dok. Kemlu RI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Delegasi Indonesia melakukan aksi walk out saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hendak menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat, Kamis (24/9/2026). Kementerian Luar Negeri RI menyebut aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina sekaligus protes terhadap tindakan Israel yang dinilai melanggar hukum internasional.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mawengkang mengatakan keputusan meninggalkan ruang sidang merupakan bentuk solidaritas Indonesia kepada rakyat Palestina.

"Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada rakyat Palestina serta protes dan kecaman terhadap kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza dan di Wilayah Palestina yang diduduki," kata Yvonne Jumat (25/9/2026).

Baca Juga:

Menurut Yvonne, aksi tersebut juga mencerminkan posisi Indonesia yang selama ini menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina serta penolakan terhadap kekerasan dan pelanggaran hukum internasional.

Indonesia bersama sejumlah negara lain ingin menyampaikan pesan bahwa kekerasan terhadap warga Palestina dan pelanggaran hukum internasional, menurut pemerintah Indonesia, tidak dapat dinormalisasi dan perlu dihentikan.

Aksi walk out berlangsung ketika Netanyahu dipersilakan naik ke podium untuk menyampaikan pernyataan nasionalnya. Rekaman yang disampaikan Perutusan Tetap RI di New York menunjukkan para diplomat Indonesia meninggalkan kursi mereka dan keluar dari aula persidangan. Aksi serupa juga dilakukan oleh delegasi dari sejumlah negara lain.

Suasana di ruang sidang sempat ramai ketika banyak delegasi meninggalkan tempat duduk mereka. Menurut laporan ANTARA, sejumlah diplomat keluar dari aula saat Netanyahu mulai bersiap menyampaikan pidato.

Netanyahu kemudian merespons aksi tersebut dalam pidatonya. Dia mempersilakan delegasi yang tidak ingin mendengarkan pidatonya untuk meninggalkan ruangan dan menyebut mereka dengan istilah yang bernada mengejek.

Dalam pemberitaan ANTARA, Netanyahu menyebut delegasi yang melakukan walk out sebagai "moral cowards" atau pengecut moral.

Sementara itu, aksi delegasi Indonesia berlangsung di tengah agenda Sidang Majelis Umum PBB ke-81 yang digelar pada September 2026. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat rangkaian debat umum dan agenda tingkat tinggi berlangsung pada 18 hingga 28 September 2026.

Indonesia sebelumnya juga menyampaikan perhatian terhadap situasi kemanusiaan di Gaza melalui pertemuan dengan sejumlah negara Arab dan Islam di sela Sidang Majelis Umum PBB. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia bersama negara-negara lain menyatakan keprihatinan terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza dan menyerukan akses bantuan kemanusiaan yang aman serta tanpa hambatan.

Dengan aksi walk out tersebut, pemerintah Indonesia kembali menunjukkan posisi diplomatiknya terkait isu Palestina dalam forum internasional. Pemerintah menyatakan langkah itu merupakan bagian dari dukungan terhadap Palestina dan penolakan terhadap kekerasan serta pelanggaran hukum internasional.* (k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Indonesia dan 76 Negara Lainnya Walk Out Saat Netanyahu Berpidato di Sidang Umum PBB
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Level Rp 17.818 per Dolar AS
Trump di PBB: Semua Negara Anggota ICC Harus Segera Mengundurkan Diri!
Cegah Sengketa, Pemko Medan Percepat Sertifikasi 200 Aset di BPN
Muak Cuma Dengar Kecaman Kosong! Indonesia Semprot OKI di Jeddah, Tuntut Taring Nyata Lawan Israel
Budi Gunadi Siap Mundur dari Menkes Jika Terpilih Jadi Dirjen WHO
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru