Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk tidak panik menyikapi peningkatan kasus COVID-19 yang terjadi belakangan ini.
Ia menegaskan bahwa meskipun terjadi lonjakan, jumlah kasus di Indonesia tidak signifikan dan sebagian besar disebabkan oleh varian Omicron yang dikenal lebih lemah.
"COVID di kita kenaikan ada, tapi tidak terlampau banyak. Saya rasa juga sebagian masyarakat belum melakukan tes ke lab atau ke rumah sakit," ujar Budi saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (14/6/2025).
Menurut Budi, varian Omicron tidak seberbahaya varian sebelumnya.
Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan, namun tetap perlu menjalankan langkah mitigasi sederhana yang sudah dikenal sejak masa pandemi awal.
"Nah sarannya saya, karena ini variannya kan varian Omicron yang lemah, enggak usah khawatir," katanya.
Ia juga mendorong masyarakat untuk segera mengambil tindakan pencegahan apabila merasakan gejala seperti demam, batuk, atau tidak enak badan.
"Kalau mulai terasa enggak enak badan, batuk-batuk, ciri-ciri COVID kan teman-teman sudah tahu, nah lakukan saja yang dulu sudah rajin dianjurkan," ujar Budi.
Sebagai langkah mitigasi sederhana namun efektif, Menkes kembali mengingatkan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan dasar, seperti rajin mencuci tangan, memakai masker saat sakit, dan menjaga jarak.
"Dan kalau ada teman-teman yang batuk, ya sudah jaga jaraknya saja," imbuhnya.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada menyusul lonjakan kasus COVID-19 di beberapa negara ASEAN seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Meski situasi di Indonesia belum mengkhawatirkan, pemerintah terus memantau perkembangan dan menyiapkan langkah antisipasi jika diperlukan.*
(kp/a008)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL