BREAKING NEWS
Senin, 16 Maret 2026

Gubernur Sumut Tegaskan Program Cek Kesehatan Gratis Siswa Tak Gunakan Dana BOS

Adelia Syafitri - Rabu, 20 Agustus 2025 15:43 WIB
Gubernur Sumut Tegaskan Program Cek Kesehatan Gratis Siswa Tak Gunakan Dana BOS
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. (foto: tangkapan layar yt infosumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SERDANG BEDAGAI — Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, secara resmi meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Sumatera Utara.

Peluncuran ini dipusatkan di SMA Negeri 1 Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (20/8).

Dalam sambutannya, Gubernur Bobby menegaskan bahwa program ini tidak menggunakan anggaran dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ia memastikan, seluruh pembiayaan program bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Utara.

"Saya pastikan tidak ada penggunaan dana BOS dalam program ini. Dana yang digunakan berasal dari APBD, bukan dari sekolah," ujar Bobby saat ditemui awak media.

Program CKG bertujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan peserta didik secara menyeluruh.

Pemeriksaan meliputi pengukuran kesehatan dasar yang dilakukan oleh tenaga medis dari Dinas Kesehatan.

"Tadi sudah ada beberapa siswa yang diperiksa, dan memang ditemukan indikasi gejala penyakit tertentu. Ini akan langsung ditindaklanjuti oleh pihak Dinas Kesehatan," jelas Bobby.

Menurut Gubernur, program ini menjadi bagian dari langkah strategis menuju terciptanya generasi sehat dan berkualitas yang siap menyongsong Visi Indonesia Emas 2045.

Menanggapi kekhawatiran publik soal kemungkinan penyalahgunaan dana BOS untuk kebutuhan medis, Bobby menepis anggapan tersebut.

"Saya rasa tidak masuk akal jika kepala sekolah harus membeli alat medis seperti jarum suntik. Sekolah hanya memfasilitasi lokasi dan waktu. Pelaksanaan teknis sepenuhnya dijalankan oleh tenaga medis," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga transparansi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan sekolah, agar pelaksanaan program berjalan lancar tanpa menimbulkan polemik anggaran.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru