BREAKING NEWS
Selasa, 24 Februari 2026

Posisi Tidur yang Tepat untuk Jaga Kesehatan Jantung, Apa Saja?

Abyadi Siregar - Sabtu, 06 September 2025 20:45 WIB
Posisi Tidur yang Tepat untuk Jaga Kesehatan Jantung, Apa Saja?
Ilustrasi. (foto: Jason W. Edwards/DoD)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Tidur nyenyak bukan hanya penting untuk memulihkan fisik dan mental setelah seharian beraktivitas, tetapi juga memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan jantung.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kualitas dan posisi tidur dapat memengaruhi risiko penyakit kardiovaskular.

Menurut studi tahun 2018 berjudul "Tidur dan Penyakit Kardiovaskular: Peluang yang Muncul untuk Psikologi", gangguan tidur seperti durasi tidur yang pendek dan insomnia dikaitkan dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas akibat penyakit jantung.

Hal ini terkait dengan mekanisme fisiologis seperti peradangan, disfungsi sistem saraf otonom, dan gangguan metabolik yang muncul akibat gangguan tidur.

Posisi tidur miring ke kiri sering direkomendasikan bagi penderita jantung karena dapat mengurangi refluks asam lambung, yang berhubungan dengan risiko penyakit jantung koroner.

Dengan mengurangi refluks, posisi ini membantu menjaga kesehatan jantung secara tidak langsung.

Namun, sebuah studi tahun 2018 menemukan bahwa tidur miring ke kiri dapat sedikit menggeser posisi jantung akibat gravitasi, sehingga memengaruhi aktivitas listrik jantung.

Bagi beberapa penderita jantung dengan kondisi khusus, hal ini dapat memperburuk gejala atau memicu komplikasi.

Sementara itu, posisi tidur miring ke kanan dinilai lebih stabil bagi jantung.

Penelitian menunjukkan bahwa saat tidur miring ke kanan, jantung mengalami perubahan aktivitas listrik yang minimal, sehingga lebih aman bagi penderita gagal jantung.

Healthline menyebutkan bahwa tidur miring ke kanan mungkin menjadi pilihan terbaik bagi pasien gagal jantung meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan dampaknya terhadap aliran darah ke jantung.

Tidur telentang umumnya tidak direkomendasikan untuk penderita jantung, terutama bagi mereka yang mengalami apnea tidur.

Posisi ini berpotensi memperparah gangguan pernapasan saat tidur dan menurunkan kadar oksigen dalam darah, meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular.

Sementara itu, posisi tidur tengkurap juga tidak disarankan karena dapat menekan tulang belakang dan menyebabkan gangguan pernapasan serta nyeri leher.

Kondisi ini dapat mengganggu kualitas tidur yang penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Meskipun berbagai penelitian memberikan gambaran posisi tidur yang disarankan dan yang harus dihindari, para ahli menekankan pentingnya konsultasi dengan dokter spesialis jantung untuk menentukan posisi tidur yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan individu.

"Setiap pasien memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda, sehingga konsultasi medis adalah langkah penting sebelum mengambil keputusan mengenai posisi tidur," ujar seorang ahli kardiologi.

Kualitas dan posisi tidur sangat penting untuk mendukung kesehatan jantung. Tidur miring ke kanan dianggap paling stabil, sementara posisi telentang dan tengkurap memiliki risiko bagi pasien jantung.

Namun, konsultasi dengan tenaga medis tetap diperlukan agar posisi tidur yang dipilih sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.*

(cb/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru