BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

RSUP H. Adam Malik Sukses Lakukan Operasi Bedah Otak Perdana untuk Pasien Anak Moyamoya

Abyadi Siregar - Sabtu, 27 September 2025 16:10 WIB
RSUP H. Adam Malik Sukses Lakukan Operasi Bedah Otak Perdana untuk Pasien Anak Moyamoya
RSUP. H. Adam Malik melakukan Cerebral Bypass Surgery (operasi bedah otak) perdana kepada pasien anak yang mengalami penyakit moyamoya (gangguan pada pembuluh darah), Sabtu (27/9).(foto : waspada)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN - RSUP H. Adam Malik (RSUP HAM) mencatat sejarah dengan melakukan operasi Cerebral Bypass Surgery perdana pada pasien anak penderita penyakit moyamoya, Sabtu (27/9/2025). Operasi ini dilakukan melalui program proctorship bekerja sama dengan RS Pusat Otak Nasional (PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta.

Pasien yang masih anak-anak tersebut awalnya mengalami kebas pada tubuh sejak usia 5 tahun, hingga akhirnya mengalami stroke. Demi memperbaiki kondisi pembuluh darah otaknya, tim dokter RS Adam Malik bersama RS PON melakukan tindakan bedah otak yang bertujuan memulihkan kesehatan pasien agar dapat kembali bersekolah dan tumbuh kembang secara optimal.

Direktur Pelayanan Klinik Kemenkes, dr. Obrin Parulian, MKes, menjelaskan bahwa penyakit moyamoya merupakan penyakit bawaan yang perlu diwaspadai. "Makanya perlu sekali kita mengedukasi masyarakat agar lebih aware, melakukan skrining sejak dini, sehingga penanganannya bisa optimal," ungkapnya.

Baca Juga:
RSUP Adam Malik menjadi rumah sakit kedelapan di Indonesia yang melaksanakan tindakan Cerebrovascular Bypass Surgery. Dirut RSUP HAM, dr. Zainal Safri, SpPD-KKV, menegaskan kesiapan tim medis sudah sangat baik, meski baru pertama kali menangani kasus moyamoya. "Setelah beberapa kali didampingi RS PON, kita optimistis mampu mandiri menangani kasus ini," ujarnya.

Direktur RS Pusat Otak Nasional, dr. Adin Nulkhasanah, menambahkan bahwa kasus moyamoya sebelumnya dianggap jarang di Indonesia, padahal jumlahnya cukup banyak. "Anak-anak bahkan bisa terkena stroke berulang akibat moyamoya. Jika diketahui dini dan ditangani dengan bypass, risiko komplikasi akan lebih rendah," jelasnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kadinkes Sumut, Faisal Hasrimy, menegaskan komitmen pemprov memperkuat layanan kesehatan khususnya penanganan stroke. "Kesehatan adalah hak dasar. Tidak boleh ada masyarakat yang tertunda pengobatannya karena kendala biaya," tegasnya.

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menutup dengan pesan pentingnya kewaspadaan terhadap stroke yang menjadi penyebab kematian tinggi secara global. "Setiap lima detik, ada satu orang meninggal karena stroke. Karenanya, langkah RS Adam Malik ini menjadi tonggak penting dalam memperluas layanan bedah otak di Indonesia," ujarnya.*

(j006)
Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru