Kecelakaan Beruntun di Sergai, Sopir Angkot Tewas dan 9 Orang Luka-Luka
SERDANG BEDAGAI Kecelakaan beruntun yang melibatkan satu angkutan umum dan dua truk terjadi di Jalan Lintas MedanTebing Tinggi, tepat
PERISTIWA
JAKARTA – Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai, PDI Perjuangan (PDIP) memiliki alasan strategis yang sangat kuat untuk kembali mengusung Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden pada Pilpres 2029.
Menurut Hendri, yang akrab disapa Hensa, langkah ini bukanlah kerugian bagi partai.
Justru, mengusung Megawati diyakini akan memperkuat soliditas internal PDIP di tengah persaingan politik yang kian sengit.Baca Juga:
"Buat PDIP, mengusung Megawati sebagai capres sama sekali tidak merugikan, malah memberikan keuntungan besar bagi partai," ujar Hensa kepada wartawan, Senin (16/2/2026).
Hensa menekankan, memajukan figur lain seperti Puan Maharani, Ganjar Pranowo, atau Pramono Anung berisiko memicu intrik internal terkait suksesi kepemimpinan partai.
"Kalau figur lain yang dimajukan, selain menimbulkan berbagai intrik di internal PDIP karena potensi menggantikan Ibu Megawati sebagai Ketua Umum, soliditas partai belum tentu sekuat ketika Megawati sendiri yang maju," kata Hensa.
Selain menjaga soliditas, Hensa juga mengingatkan ancaman nyata dari Partai Gerindra dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029.
Tanpa Megawati di kertas suara Pilpres, perolehan kursi PDIP di DPR berisiko menurun dan disalip Gerindra.
"Untuk menciptakan coattail effect yang optimal bagi PDIP, partai ini perlu mengusung Megawati. Tanpa Bu Mega, ada risiko kalah telak dari Gerindra di Pileg nanti, sehingga rekor hattrick kursi mereka bisa terputus," tegas Hensa.
Menurut Hensa, Gerindra berpotensi mencatatkan sejarah baru dalam perolehan kursi DPR, bahkan melebihi rekor PDIP pada 1999 yang mencapai 33 persen.
"Saya yakin angka 35 persen bukan hal mustahil bagi Gerindra. Agar perolehan kursi DPR tidak merosot tajam, Megawati harus dicalonkan," tambahnya.
Meski peluang Megawati menumbangkan Prabowo Subianto sebagai petahana masih terbuka tipis, kehadirannya tetap dianggap penting sebagai penyeimbang politik nasional.
SERDANG BEDAGAI Kecelakaan beruntun yang melibatkan satu angkutan umum dan dua truk terjadi di Jalan Lintas MedanTebing Tinggi, tepat
PERISTIWA
YOGYAKARTA Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta (Forum BEM seDIY) mendesak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
POLITIK
MEDAN Aktivis hukum Dhani Lubis bersilaturahmi sekaligus berdiskusi dengan Direktur Siber Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Dr. Bayu Wic
NASIONAL
MEDAN Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) S
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi A DPRD Sumatera Utara, Berkat Kurniawan Laoli, mendukung permintaan keluarga Winda Lorenza agar dilakukan ekshumasi
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menggerebek kawasan Jalan Denai, Gang Jati, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, pada
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menyatakan akan mematuhi putusan hakim praperadilan yang mengabulkan sebagian permohonan anggota DPRD Sumut d
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Polisi menangkap seorang pemuda berinisial TSR (18) yang diduga terlibat dalam aksi pembegalan terhadap dua wanita di Jalan Yos Su
HUKUM DAN KRIMINAL
KARO Jalur pendakian Gunung Sibayak di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, ditutup sementar
PARIWISATA
SIMALUNGUN Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyambut peresmian 232 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumatera Utara sebaga
PEMERINTAHAN