Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MAGETAN - Menteri Koordinator
Pemberdayaan Masyarakat,
Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa seluruh dapur umum yang terbukti menjadi penyebab kasus keracunan siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (
MBG) harus dihentikan sementara dan dievaluasi total.
Pernyataan itu ia sampaikan usai menghadiri acara Ijtima di Pesantren Al-Fatah Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Sabtu malam (27/9/2025)."Yang salah dalam penerapan harus dihentikan, untuk dievaluasi," kata Muhaimin.
Baca Juga:
Program Mulia, Tapi Perlu PembenahanMuhaimin menekankan bahwa
MBG adalah program mulia di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat miskin, khususnya anak-anak sekolah.
"
MBG ini rakyat yang paling membutuhkan gizi, harus mendapatkan gizi. Pemerintah baru bisa memberi makan satu kali sehari, tapi terus kita upayakan," ujar Ketua Umum PKB tersebut.Meski niat dan anggaran sudah disiapkan, ia mengakui bahwa masih ada kekurangan teknis di lapangan yang perlu diperbaiki secepatnya.
Data Kemiskinan: 30 Juta Masih MiskinDalam kesempatan yang sama, Muhaimin juga memaparkan data terkini tentang kondisi kemiskinan nasional. Menurutnya, saat ini masih terdapat:
3 juta warga yang tergolong dalam kemiskinan ekstrem, dan27 juta warga dalam kategori miskin umum.
Pemerintah, lanjutnya, telah menganggarkan Rp500 triliun per tahun untuk pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat."Tiga puluh juta rakyat kita masih amat sangat miskin. Tugas saya mengamati dan mendorong agar anggaran itu tepat sasaran," jelasnya.
Evaluasi Distribusi Pupuk BersubsidiMuhaimin juga menyampaikan permintaan maaf karena selama 10 tahun menjadi anggota DPR RI, pemerintah belum maksimal membantu petani, terutama soal ketersediaan pupuk bersubsidi.
Namun ia optimistis, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, upaya pemenuhan pupuk akan lebih serius dan tidak lagi bergantung pada mekanisme pasar."Pak Prabowo bertekad pupuk selalu tersedia untuk petani. Itu komitmen agar negara hadir langsung," pungkasnya.
?Latar Belakang KasusPernyataan Muhaimin muncul setelah sebelumnya 16 siswa SD di Jember mengalami mual dan sakit perut usai mengonsumsi makanan dari dapur
MBG. Kasus ini langsung mendapat perhatian publik dan pemerintah.*
(km/j006)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.