JAKARTA — Di tengah maraknya penggunaan media sosial, kebiasaan membagikan cerita dan informasi pribadi menjadi hal yang lumrah.
Namun, psikolog mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menentukan batasan berbagi agar terhindar dari fenomena oversharing, yakni kebiasaan membagikan informasi berlebihan tentang diri sendiri yang justru dapat menimbulkan masalah baru.
Menurut para ahli, meski berbagi terkadang memberikan rasa lega, oversharing dapat membuka ruang bagi komentar negatif, penilaian yang tidak konstruktif, hingga eksploitasi dari pihak lain.
Oleh karena itu, penting bagi individu untuk memahami hal-hal apa saja yang sebaiknya dijaga privasinya.
Psikolog menyebutkan tujuh hal yang tidak perlu diceritakan ke orang lain, baik di lingkungan terdekat maupun di ruang publik, antara lain:
1. Pilihan Hidup Setiap orang memiliki jalannya masing-masing dalam menentukan karier, gaya hidup, atau keputusan pribadi lain.
Tidak ada kewajiban untuk menjelaskan pilihan tersebut kepada orang lain.
2. Batasan Pribadi Mengatakan "tidak" adalah hak yang harus dihormati.
Penjelasan panjang lebar atas penolakan bisa membuka peluang penilaian negatif. 3. Status Hubungan Apakah sedang lajang, menikah, berpacaran, atau bercerai, semuanya merupakan urusan pribadi yang tidak wajib dipublikasikan.
4. Masa Lalu Pengalaman masa lalu, baik kenangan indah maupun pahit, bersifat pribadi dan tidak selalu perlu dibagikan.
5. Keadaan Emosional Tidak semua perasaan perlu divalidasi secara terbuka, terutama jika seseorang merasa rapuh pada waktu tertentu.
6. Waktu Sendiri Menghabiskan waktu sendiri atau me time adalah kebutuhan penting untuk kesehatanmental, dan tidak harus dijelaskan panjang lebar.