JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan prototipe robotbedahjarak jauh generasi ketiga yang dirancang untuk memenuhi standar medis internasional.
Teknologi ini diharapkan mampu merevolusi layanan kesehatan di Indonesia, terutama dalam membuka akses operasi bagi masyarakat di daerah terpencil.
Dalam keterangannya, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Elektronika (PRE) BRIN, Riyanto, menjelaskan bahwa robot ini dirancang untuk bekerja secara real-time melalui koneksi jaringan berkecepatan tinggi.
Sistem ini dikembangkan melalui pendekatan multi-disiplin, melibatkan ilmu mekanika, elektronika, informatika, dan desain antarmuka pengguna.
"Penelitian ini menargetkan terciptanya prototipe robotbedahjarak jauh generasi ketiga dengan standar keamanan, reliabilitas, serta kepatuhan terhadap regulasi medis internasional," kata Riyanto dalam siaran pers BRIN, Jumat (3/10/2025).
Menurut Riyanto, teknologi robotik ini menawarkan berbagai keunggulan dalam dunia medis, mulai dari sayatan yang lebih kecil, waktu pemulihan pasien yang lebih cepat, hingga kemungkinan operasi dilakukan oleh tenaga ahli dari jarak jauh tanpa perlu hadir secara fisik di ruang bedah.
"Yang paling penting, teknologi ini akan sangat memperluas akses layanan bedah ke wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau," tambahnya.
Inovasi ini menjadi bagian dari upaya BRIN dalam mengembangkan riset-riset strategis yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem teknologi kesehatan nasional.
Sementara itu, pakar Ilmu Komputer dan Elektronika Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Husni Santriaji, menekankan pentingnya aspek keamanan dan integritas sistem elektronika, terutama dalam teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digunakan pada sistem-sistem kritikal seperti robotbedah dan kendaraan otonom.
"Kesalahan sekecil satu bit pada memori dapat mengakibatkan AI mengambil keputusan yang salah, dan itu bisa berakibat fatal," ujar Husni.
Husni mendorong agar pengembangan robotbedah ini juga memperhatikan komponen AI yang tangguh dan sistem yang tahan terhadap gangguan, baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak.
Pengembangan robotbedahjarak jauh ini merupakan bagian dari transformasi besar sektor medis Indonesia, yang bertujuan menghadirkan layanan kesehatan modern dan merata hingga pelosok negeri.